Pertamina Kukuhkan Kepemimpinan Energi Hijau Lewat SAF Berbasis Minyak Jelantah

Navaswara.com – Langkah menuju energi masa depan semakin terasa nyata ketika inovasi bahan bakar ramah lingkungan mulai lahir dari pengolahan limbah domestik. Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap energi rendah karbon, inovasi Sustainable Aviation Fuel yang dikembangkan PT Pertamina Persero menjadi bukti bahwa transformasi energi nasional mulai memasuki fase konkret. Upaya tersebut mengantarkan Pertamina meraih penghargaan Anugerah Avirama Nawasena 2026 dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori kelompok korporasi atas keberhasilan Pertamina menjadi pionir pengembangan Sustainable Aviation Fuel atau SAF yang merupakan bahan bakar pesawat ramah lingkungan bersertifikat internasional pertama di kawasan Asia Tenggara. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus ITB Ganesha Bandung pada 11 Februari 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pengembangan SAF merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi sektor aviasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Baron menjelaskan inovasi SAF tidak hanya menghadirkan bahan bakar rendah karbon, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi energi nasional.

Produk SAF Pertamina diproduksi melalui proses co processing di fasilitas Green Refinery RU IV Cilacap dengan memanfaatkan bahan baku minyak jelantah atau used cooking oil. Inisiatif tersebut dinilai memperlihatkan penerapan prinsip Environmental Social and Governance secara nyata dan terukur dalam operasional perusahaan.

Menurut Baron, capaian tersebut sekaligus mempertegas implementasi Dual Growth Strategy Pertamina yang mengombinasikan penguatan bisnis energi eksisting dengan pembangunan portofolio energi rendah karbon sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi akademisi, Guru Besar SBM ITB Prof Donald Crestofel Lantu menilai inovasi SAF Pertamina menunjukkan integrasi kuat antara agenda keberlanjutan, pengembangan teknologi nasional, serta penguatan kemandirian energi.

Ia menjelaskan produksi SAF di Kilang Cilacap yang didukung teknologi Katalis Merah Putih menjadi contoh nyata integrasi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain berkontribusi pada penurunan emisi karbon, inovasi tersebut juga menciptakan nilai tambah dari limbah domestik dan memperkuat teknologi nasional berbasis riset perguruan tinggi.

Kolaborasi antara Pertamina dan ITB disebut Donald sebagai bukti sinergi strategis antara industri dan akademisi dalam menghasilkan solusi energi berkelanjutan yang memiliki dampak ekonomi dan lingkungan secara luas.

Koordinator United Nations Principles for Responsible Management Education SBM ITB Melia Famiola menambahkan keberhasilan Pertamina layak mendapat apresiasi karena mampu melihat potensi lokal Indonesia sebagai sumber inovasi energi masa depan. Pengembangan bahan bakar avtur berbasis minyak jelantah dan sawit dinilai membuka arah baru dalam transformasi energi sektor penerbangan nasional.

Melia menilai inovasi tersebut memiliki tiga keunggulan utama yaitu konsistensi dalam mendorong transisi energi, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah bernilai ekonomi, serta percepatan hilirisasi teknologi dari perguruan tinggi menuju tahap komersialisasi industri.

Ia berharap inovasi yang telah dikembangkan dapat terus diperluas sehingga menjadi solusi strategis bagi ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Anugerah Avirama Nawasena sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada organisasi, korporasi, maupun individu yang dinilai konsisten menjalankan prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis. Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *