Jejak Delapan Tahun Pengabdian: Peluncuran Buku “Dhaniswara: Profesor Multi Profesi” Tutup Masa Kepemimpinan di UKI

Navaswara.com — Suasana Auditorium GWS Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Selasa (10/2/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi sebuah perayaan perjalanan. Di panggung itu, peluncuran buku “Dhaniswara: Profesor Multi Profesi” menjadi simbol penutup delapan tahun kepemimpinan Prof. Dr. Dhaniswara Kwartantyono Harjono sebagai Rektor UKI ke-XVI periode 2018–2022 dan 2022–2026.

Acara bertajuk “Thank You for Prof. Dhaniswara” tersebut bukan hanya ungkapan terima kasih formal. Ia menjelma menjadi ruang refleksi atas dedikasi, kerja keras, dan transformasi yang dijalani bersama seluruh sivitas akademika UKI.

Penyerahan simbolis mock up buku oleh Wakil Rektor I, disusul cenderamata dari Wakil Rektor II, menjadi momen yang sarat makna. Tepuk tangan panjang mengiringi penghormatan kepada sosok yang telah membersamai kampus selama dua periode penuh dinamika.

Dalam sambutannya, Prof. Dhaniswara berbicara dengan nada hangat dan personal. Ia menegaskan bahwa jabatan boleh berakhir, tetapi komitmen terhadap kampus dan nilai-nilai pengabdian tidak pernah selesai.

“Saya mencintai kampus ini. Apa yang saya lakukan selama ini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa memiliki. Kita bekerja bukan sekadar menjalankan fungsi, tetapi dengan hati,” tuturnya.

Ia mengingatkan pentingnya integritas, ketulusan, dan keberanian menyelesaikan setiap tugas hingga tuntas. Bagi Dhaniswara, kepemimpinan bukan tentang posisi, melainkan tentang konsistensi menjaga nilai dan membangun kepercayaan.

Peluncuran buku yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penandatanganan tersebut semakin menegaskan bahwa perjalanan seorang pemimpin tidak berhenti pada masa jabatan. Buku “Dhaniswara: Profesor Multi Profesi” merekam langkah hidup yang ditempa waktu dari masa kecil yang membentuk karakter, dunia hukum yang mengasah intelektualitas, hingga dunia usaha yang memperluas cakrawala pengabdian.

Sebagai akademisi, praktisi hukum, entrepreneur, hingga arbiter, Dhaniswara memaknai setiap peran sebagai panggilan tanggung jawab. Dunia hukum baginya bukan sekadar profesi, tetapi ruang untuk menjaga martabat dan keadilan. Sementara dunia pendidikan menjadi ladang subur untuk menumbuhkan generasi penerus.

Kepemimpinannya di UKI juga meninggalkan jejak penting, termasuk penguatan tata kelola dan capaian strategis institusi. Namun dalam buku ini, capaian bukanlah pusat cerita. Yang lebih ditekankan adalah nilai tentang keluarga, iman, kerja keras, dan keyakinan bahwa kesuksesan sejati terletak pada kebaikan yang diwariskan.

Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki makna. Bahwa seorang profesor dengan banyak profesi tetaplah manusia yang berjalan dengan keyakinan, doa, dan cinta terhadap institusi yang ia banggakan.

Dari panggung Auditorium GWS, sebuah bab ditutup. Namun jejaknya tetap hidup di halaman buku, di ruang-ruang kelas, dan dalam ingatan mereka yang pernah membersamai perjalanan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *