Navaswara.com – Belakangan ini media sosial ramai oleh kabar kekerasan terhadap kucing yang memicu kemarahan publik. Di tengah emosi tersebut, ada satu fakta penting yang kerap terlupakan: kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kesehatan manusia, khususnya kesehatan jantung.
Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal dan hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanti, di Instagram pribadinya @dokterdecsa mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan manfaat memelihara hewan, termasuk kucing, terhadap kesehatan kardiovaskular. Salah satunya, studi pada kelompok lansia dengan hipertensi menemukan bahwa memelihara hewan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga sekitar 26 persen.
Manfaat tersebut berkaitan dengan beberapa faktor. Pemilik kucing cenderung lebih aktif bergerak, memiliki interaksi sosial yang lebih baik, serta mengalami penurunan tingkat stres. Stres yang tidak terkendali dapat meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan curah jantung dan resistensi pembuluh darah. Ketika stres menurun, tekanan darah pun lebih stabil, sehingga beban kerja jantung berkurang.
Hubungan emosional antara manusia dan kucing juga berperan penting. Interaksi sederhana seperti mengelus kucing atau mendengarkan suara dengkur (purring) diketahui dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan hormon yang berperan dalam rasa nyaman. Efek menenangkan ini berdampak positif pada tekanan darah, kecemasan, dan kualitas tidur.
Selain kesehatan jantung, memelihara kucing juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan lain, mulai dari penurunan risiko depresi dan rasa kesepian, peningkatan kesehatan mental, hingga membantu kualitas tidur. Pada anak-anak, paparan terhadap hewan peliharaan sejak dini bahkan dikaitkan dengan sistem imun yang lebih baik dan risiko alergi yang lebih rendah.
Tak hanya itu, aktivitas merawat dan bermain dengan kucing juga mendorong pemiliknya untuk lebih aktif secara fisik, menjaga rutinitas harian, serta memperbaiki kehidupan sosial melalui komunitas sesama pencinta hewan.
“Di sisi lain, fakta-fakta ilmiah ini terasa ironis ketika masih terjadi kekerasan terhadap hewan. Sains justru menunjukkan bahwa kucing bukan hanya sahabat manusia, tetapi juga berperan sebagai “penjaga” kesehatan fisik dan mental pemiliknya,” pungkas dokter Decsa.
Menjaga dan memperlakukan kucing dengan baik bukan semata soal empati terhadap hewan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesejahteraan manusia itu sendiri.
