Sosok Alwi Farhan yang Autentik: Saya hanya Ingin Menjadi Alwi Farhan

Navaswara.com – Bintang Alwi Farhan bersinar di awal tahun dengan menjuarai turnamen BWF Super 500 Indonesia Masters 2026. Ini gelar pertama Alwi Farhan di turnamen BWF Super 500.

Sukses Alwi Farhan merebut gelar Super 500 membuat namanya digadang-gadang menjadi penerus Taufik Hidayat. Di usianya baru 20 tahun, Alwi meroket prestasinya.

Tapi bukan Alwi Farhan namanya jika dia puas disejajarkan dengan pemain top dunia sebelumnya. Alwi menegaskan tidak mau disamakan dengan pemain legendaris seperti Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, atau Lin Dan.

“Inilah Alwi Farhan yang autentik,” kata Alwi Farhan dalam konferensi usai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026.

“Tentu saja saat muda saya melihat Lee Chong Wei dan Lin Dan. Ada juga Taufik Hidayat. Tapi saya tidak pernah menjadi seperti mereka,”jelas Alwi.

Dia menyebut dirinya tidak akan pernah menjadi Lee Chong Wei, Lin Dan atau Taufik. “Saya hanya akan menjadi Alwi Farhan, pemain baru, pemain muda. Pemain yang ambisius dan ya kamu akan melihat Alwi Farhan. Saya hanya berusaha tetap tenang, tetap cool, di hadapan kalian semua,”paparnya.

Alwi akan tetap membumi meskipun banyak pengamat yang memprediksi dirinya menjadi bintang besar. “Saya hanya berusaha menjadi manusia normal. Inilah Alwi Farhan yang autentik.”

Selain prestasinya yang menonjol, Alwi juga pawai dalam berbicara di depan publik. Bahkan kemampuan berbahasa Inggrisnya menonjol. “Saya tidak pernah melatih public speaking saya tapi itu pure jadi hal yang saya alami setiap hari. Saya bisa menjadi seperti karena saya dibentuk, saya juga ditempa oleh keadaan,”tuturnya.

Alwi juga tidak pernah lelah untuk terus mengembangkan dirinya lebih baik. “Saya selalu merasa hal-hal yang kurang nyaman bagi saya. Tapi saya selalu mengontrol ini dengan baik.”

Dia juga belajar dari atlet hebat dunia seperti Cristiano Ronaldo atau Novak Djokovic. “Saya punya role model saya. Selalu melihat. Apa sih yang membedakan orang-orang sepeti Cristiano Ronaldo, Novak Djokovic. Itu kenapa dia bisa menjadi orang yang sangat amat hebat,”akunya.

Alwi menyebut kedua megabintang sepak bola dan tenis itu memiliki mental juara. Seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman akan membentuk kedewasaannya.

“Karena dia punya mentalitas hebat yang berbeda dari orang biasa. Dengan berjalannya waktu, saya merasakan kedewasaan yang cukup berkembang. Selalu bisa mendengarkan masukan orang kritik yang bagus. Pujian yang membuat saya bisa lebih percaya diri dan sebagainya.”

Alwi Farhan menjadi penyelamat wajah buku tangkis Indonesia setelah naik podium juara Indonesia Masters 2026. Alwi Farhan menuntaskan perjuangannya setelah menaklukkan pemain Thailand, Panitchaphon Teeraeatsakul dengan skor meyakinkan 21-5, 21-6 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Alwi Farhan merebut satu-satunya gelar untuk Indonesia di turnamen BWF Super 500. Alwi yang menjadi unggulan 8 di turnamen berhadiah USD500 ribu itu tampil sempurna di final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *