Navaswara.com – Lebih dari lima dekade beroperasi di industri elektronik nasional, Polytron menempatkan ketahanan sebagai fondasi utama menghadapi dinamika pasar. Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menyebut tema Resilience mencerminkan cara perusahaan bertahan dan beradaptasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.
“Meskipun kondisi ekonomi tidak terlalu baik-baik saja, Polytron masih bisa menunjukkan ketahanan. Kunci utama kami selalu ada pada kualitas produk, karena mendapatkan kepercayaan pelanggan itu sangat sulit,” ujar Tekno.
Konsistensi menjaga mutu menjadi pijakan Polytron untuk terus relevan. Di saat yang sama, perusahaan memperluas arah bisnis melalui diversifikasi dan inovasi. Polytron kini tidak hanya bergerak di elektronik rumah tangga, tetapi juga merambah kendaraan listrik dan menghadirkan diferensiasi di hampir seluruh lini produk.
“Polytron hari ini bukan hanya perusahaan elektronik. Setiap produk kami memiliki keunggulan yang jelas, mulai dari lemari es dengan pintu kaca hingga LED TV dengan kualitas gambar dan suara yang kuat di kelasnya,” kata Tekno.
Penguatan inovasi tersebut ditopang fondasi operasional yang terus diperluas. Polytron memiliki lebih dari 793 dealer direct channel di berbagai wilayah Indonesia serta didukung lebih dari 700 tenaga riset dan pengembangan. Investasi pada robotisasi lini produksi juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konsistensi kualitas.
Di tengah tantangan pasar 2025 dan 2026, Polytron mencatat perbaikan kinerja. Penjualan kuartal keempat meningkat dibanding kuartal sebelumnya dan di segmen audio, Polytron masih memimpin pangsa pasar nasional.
Penguatan bisnis ini berjalan seiring dengan strategi mendekatkan brand ke konsumen. General Manager Corporate Communications Polytron Diantika menilai kedekatan menjadi faktor penting agar brand lokal tetap dipertimbangkan di tengah persaingan yang semakin padat.
“Kalau konsumen tidak tahu Polytron itu apa, mereka bahkan tidak akan mempertimbangkan untuk membeli. Kami ingin konsumen mengenal Polytron sebagai brand lokal asal Indonesia dengan produk yang beragam dan berkualitas,” ujar Diantika.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui aktivitas berbasis pengalaman seperti Polytron Fest 50 Tahun yang digelar di Jakarta dan Semarang dan dihadiri lebih dari 20 ribu pengunjung. Acara ini memadukan konser, pameran, dan podcast sebagai ruang interaksi langsung, terutama dengan generasi milenial dan Gen Z. Di ranah digital, Polytron juga menyiapkan kampanye tematik seperti Ramadan Move On yang berisi konten harian untuk mendukung rutinitas keluarga selama Ramadan.

Di luar konsumen ritel, Polytron memperluas kontribusi sosial-ekonominya melalui dukungan terhadap pelaku usaha. Perusahaan meluncurkan program UMKM Naik Level bareng Polytron sebagai upaya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Program ini dirancang untuk mendampingi pelaku UMKM agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan melalui edukasi bisnis, akses produk pendukung usaha, hingga peluang promosi dan partisipasi dalam kegiatan berbasis komunitas. Mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM mencakup lebih dari 99 persen pelaku usaha di Indonesia, berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto, serta menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.
Besarnya peran tersebut dinilai membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak berhenti pada transaksi semata, tetapi pendampingan jangka panjang. Program UMKM Naik Level akan dijalankan melalui National Roadshow UMKM Workshop di sejumlah kota besar, seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Kegiatan ini ditujukan sebagai ruang belajar dan berbagi, khususnya bagi pelaku UMKM sektor kuliner, untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Diantika mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari keterlibatan Polytron dalam mendukung sektor kuliner melalui produk bisnis ke bisnis. Melalui inisiatif ini, Polytron berharap dapat tumbuh bersama konsumen dan pelaku usaha lokal di berbagai daerah.
“Setiap situasi sulit selalu menyimpan peluang. Polytron ingin terus tumbuh bersama konsumen dan pelaku usaha di Indonesia,” ujar Tekno.
