Navaswara.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan air bercampur lumpur menggenangi kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. Pasar-pasar rakyat lumpuh, aktivitas jual beli terhenti, dan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok pun terganggu. Di balik genangan itu, para pedagang kecil kehilangan sumber penghidupan yang selama ini menopang kehidupan mereka.
Salah satu lokasi yang terdampak paling parah adalah Pasar Kuala Simpang. Pasar rakyat yang telah berdiri sejak 1982 ini selama puluhan tahun menjadi nadi perekonomian masyarakat setempat. Namun pascabanjir, lorong-lorong pasar dipenuhi endapan lumpur, lapak-lapak rusak, dan aktivitas ekonomi seolah berhenti total. Data Kementerian Perdagangan mencatat hingga 31 Desember 2025 terdapat 32 pasar rakyat di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Kementerian Perdagangan bergerak cepat melalui program Kemendag Peduli. Program ini dirancang sebagai wujud kepedulian dan solidaritas untuk membantu memulihkan infrastruktur perdagangan rakyat sekaligus meringankan beban masyarakat terdampak. Fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi pasar rakyat agar distribusi barang kebutuhan pokok kembali berjalan normal dan para pedagang dapat bangkit kembali.
Sebagai langkah awal pemulihan, Kemendag menyalurkan bantuan berupa 100 unit tenda bagi para pedagang terdampak di Pasar Kuala Simpang. Bantuan ini berasal dari penggalangan dana sukarela pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum melalui platform Kemendag Peduli. Kehadiran tenda-tenda darurat ini menjadi solusi sementara agar aktivitas perdagangan dapat kembali berlangsung sambil menunggu proses rehabilitasi pasar secara menyeluruh.
“Kami berupaya untuk segera memulihkan kondisi pasar dan mengaktifkan kembali aktivitas perdagangan di lokasi terdampak. Harapannya, para pedagang dapat kembali berjualan dengan aman dan nyaman untuk menyambung penghidupan mereka,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, saat menyerahkan bantuan secara langsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (31/12).
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz. Sebanyak 100 unit tenda itu diproyeksikan mampu menampung setidaknya 295 pedagang agar dapat segera kembali berjualan dan menggerakkan roda ekonomi lokal di tengah kondisi pemulihan.
Iqbal menambahkan, program pemulihan ini tidak hanya difokuskan di Aceh Tamiang, tetapi juga menjangkau wilayah lain yang terdampak bencana di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Kemendag terus bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan pasar rakyat kembali berfungsi sebagai pilar ekonomi masyarakat di daerah masing-masing.
Perlahan, harapan pun mulai tumbuh. Para pedagang kembali menata lapak mereka di bawah tenda-tenda darurat, sementara masyarakat dapat kembali memperoleh barang kebutuhan pokok dengan lebih mudah. Kembali berfungsinya Pasar Kuala Simpang bukan sekadar menandai pulihnya aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan dan semangat bangkit masyarakat Aceh Tamiang dalam menata kembali kehidupan pascabencana.
