Ini Cara Maksimalkan Kamera Xiaomi 15T Series dengan Sentuhan Leica Menurut Dion Wiyoko

 

Navaswara.com – Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 15T Series dengan pengembangan kamera terbaru yang kembali digarap bersama Leica. Kolaborasi ini menghadirkan karakter visual yang lebih matang untuk pengguna yang ingin menghasilkan foto artistik tanpa perangkat tambahan. Untuk membantu mengenali kekuatan kameranya, Xiaomi menggandeng aktor dan fotografer Dion Wiyoko yang dikenal lewat karya visual bernuansa pemandangan, budaya lokal, dan street photography.

Dion mengatakan bahwa seri ini membawa kemudahan baru bagi pengguna yang ingin memotret dengan tone khas Leica. Ia menyebut teknologi kameranya terasa responsif, sementara fleksibilitas focal length membuat proses menangkap momen lebih intuitif. “Kameranya nyaman dipakai di banyak situasi, dari subjek yang dekat sampai momen spontan di jalanan,” ujar Dion dalam sesi pemaparan.

Di tengah penjelasannya, Dion menyebut ada tiga hal yang paling ia rasakan saat memotret dengan Xiaomi 15T Series. Ia melihat fleksibilitas focal length yang berpindah cepat membantu menangkap momen spontan tanpa harus mengubah posisi. Tone Leica juga terasa konsisten dari pemotretan hingga penyuntingan sehingga alur kerja menjadi lebih sederhana. Selain itu, kinerja pencahayaan yang stabil membuat kamera ini nyaman dipakai di banyak situasi. “Saya suka karena kameranya terasa responsif dan warnanya tetap rapi meski kondisi cahaya berubah,” ujar Dion.

Berikut rangkaian tips yang ia bagikan untuk mendapatkan hasil foto terbaik langsung dari perangkat.

  1. Mode Leica Authentic untuk Warna Natural yang Jujur
    Dion menyebut Leica Authentic sebagai mode yang ideal untuk dicoba pertama kali. Tone-nya menangkap warna apa adanya sehingga foto terasa hangat dan tidak dibuat-buat. Ia menjelaskan bahwa pencahayaan samping atau backlight lembut akan memperkuat tekstur dan ekspresi tanpa tampil seperti edit berlebihan. Mode ini cocok untuk portrait outdoor maupun momen sehari-hari yang ingin dipotret secara spontan.
  2. Leica Portrait dengan Depth Sinematik
    Saat menginginkan foto portrait yang lebih dramatis, Dion menyarankan beralih ke Leica Portrait Mode. Bokeh yang dihasilkan terasa natural karena dirender langsung lewat sistem Leica. Pada Xiaomi 15T Pro, pengalaman ini diperkuat oleh Leica 5x Pro Telephoto dan lensa optical Summilux yang memberikan kompresi jarak lebih kuat. “Shadownya lebih intens dan highlight-nya lebih lembut. Hasilnya punya karakter Leica yang mudah dikenali,” kata Dion.
  3. Multi-Focal Length Leica untuk Street Photography
    Untuk penggemar street photography, rangkaian focal length di Xiaomi 15T Series menjadi fitur favorit Dion. Ia dapat berpindah dari 15mm, 23mm, 46mm, 115mm, hingga 230mm hanya dengan satu sentuhan tanpa bergerak dari posisi semula. Kemampuan ini membuat fotografer bisa menangkap adegan spontan tanpa kehilangan momentum, terutama saat membidik candid dari jarak jauh.
  4. Menghadirkan Golden Hour yang Lebih Artistik
    Menurut Dion, golden hour adalah waktu terbaik untuk memaksimalkan Leica color science. Warna kulit terlihat lembut, langit memiliki gradasi yang halus, dan highlight tampak creamy. Ia juga menyarankan penggunaan Leica Natural Highlight Control saat memotret ke arah matahari karena fitur ini menjaga highlight tetap halus, terutama untuk siluet maupun komposisi dengan flare artistik.
  5. Finishing dengan Preset Leica yang Konsisten
    Untuk sentuhan akhir, Dion menggunakan preset Leica bawaan agar tone visual tetap seragam. Ia menilai preset Leica Black & White memberi nuansa klasik dengan shadow yang kuat dan grain halus seperti foto analog. Pilihan lain seperti Vibrant, Authentic, dan Cinema dapat dipakai sesuai mood cerita yang ingin dibangun tanpa memerlukan aplikasi tambahan.

Dion menutup penjelasannya dengan dorongan agar pengguna lebih sering bereksperimen. Ia menyebut bahwa kamera Xiaomi 15T Series sudah dirancang untuk memberi kebebasan kreatif sejak tahap pengambilan gambar hingga proses edit akhir. “Yang penting nyaman dengan sudut pandang sendiri karena kamera ini sudah cukup responsif untuk mengikuti ritme pemotretan,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *