Navaswara.com – Panggung Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025, belum lama ini, di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, mencatat sebuah sejarah, kekuatan musik daerah mampu mendobrak dominasi arus utama. Betapa tidak, lagu viral “Tabola Bale” berhasil memboyong pulang tiga Piala AMI sekaligus.
Karya yang dibawakan oleh Silet Open Up bersama Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel ini tidak hanya diakui dalam kategori spesifiknya, tetapi juga berhasil melampaui batas-batas genre.
“Tabola Bale” meraih kemenangan di kategori Karya Produksi Kolaborasi Terbaik dan Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik. Namun, kejutan terbesar datang dari kategori Pencipta Lagu Pop Terbaik. Siprianus Bhuka, nama asli dari Silet Open Up, keluar sebagai pemenang di kategori Pop, mengungguli nama-nama besar dan mapan di industri musik nasional.
Dalam kategori tersebut, Siprianus mengungguli komposer dari karya-karya populer, seperti Hezky Joe (Terakhir Kali), Salma Salsabil dan Clara Riva (Berharap Pada Timur), Bernadya, Iqbal Siregar, Adrian Khalif dan Rendy Pandugo (Asumsi), Nyoman Paul dan Rahman Sadli Waraiya (Tunggu Apa Lagi), serta aRaisa dan Lafa Pratomo (Terserah).
Kemenangan ini menempatkan Siprianus Bhuka sebagai salah satu pencipta lagu paling berpengaruh tahun ini, menunjukkan bahwa unsur lokalitas tidak lagi menjadi hambatan, melainkan aset yang dihargai oleh juri AMI.
Memaknai tiga piala ini, Siprianus Bhuka menegaskan, keberhasilan yang diraih adalah cerminan dari sinergi kolektif. Ditemui seusai menerima penghargaan, ia menolak menjadikannya pencapaian personal semata. “Memaknai kemenangan ini, kami menganggap bahwa ini adalah hasil kerja tim. Ini adalah kerja sama tim,” tandasnya.
Kemenangan “Tabola Bale” di AMI Awards 2025 ini menegaskan tren desentralisasi industri musik Indonesia. Karya yang berakar kuat pada identitas daerah, yang dieksekusi melalui kolaborasi solid, kini memiliki daya saing untuk diakui dan diapresiasi di level nasional, bahkan mengungguli formula pop yang telah teruji.
