Navaswara.com — Malam penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) 2025 yang digelar Kamis malam ditutup dengan sebuah momen emosional yang jauh dari keriuhan biasa. Ketika Film Cerita Panjang Terbaik diumumkan, nama Pangku terucap, dan kamera langsung tertuju pada sang sutradara sekaligus produser, Reza Rahadian.
Di atas panggung, dengan suara bergetar, Reza mendedikasikan kemenangan tersebut kepada sosok yang menjadi inspirasi utamanya.
“Ibu saya (Pratiwi Widantini Matulessy) ada di rumah, menonton. Ibu saya bilang, doa mama beserta,” ucap Reza, membuat seisi venue turut terdiam dalam suasana haru.
Bagi Reza, film ini adalah ekspresi terima kasih yang mendalam. Ia lantas memperluas pesan tersebut, menjadikannya sebuah statement sosial yang kuat.
“Buat saya film ini adalah wujud terima kasih saya kepada perempuan-perempuan hebat di luar sana yang terus berjuang di tengah keterbatasan yang ada,” lanjutnya dalam pidato.
Selain mengangkat isu perjuangan perempuan, film ini juga membawa napas penting mengenai pendidikan. Reza tak lupa mengirimkan pesan lugas kepada pengambil keputusan.
“Dan lagi-lagi, buat Bayu-Bayu kecil di luar sana, dan buat para pemangku kebijakan, semoga kalian adalah orang-orang yang tidak lagi membatasi mereka untuk terus sekolah dan mendapatkan hak untuk berpendidikan,” tegasnya.
Kemenangan Pangku sebagai Film Terbaik diperkuat oleh keberhasilannya menggondol tiga Piala Citra lainnya, menegaskan bahwa kualitas naratif dan teknis film ini berada di level teratas. Film yang diproduksi oleh Gambar Gerak ini total meraih empat Piala Citra, meliputi:
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim.
Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Reza Rahadian dan Felix K. Nesi.
Pengarah Artistik Terbaik untuk Eros Eflin.
Sebelum merajai FFI, Pangku telah lebih dulu menuai pujian di kancah global. Di Vision Awards Busan International Film Festival 2025 dengan judul internasional On Your Lap, film ini berhasil memenangkan empat kategori sekaligus, termasuk KB Vision Audience Award dan Fipresci Award, mengalahkan film-film regional kuat lainnya seperti Shape of Momo dari India.
Film yang dibintangi oleh Claresta Taufan, Christine Hakim, Fedi Nuril, hingga Devano Danendra ini menceritakan kisah Sartika, seorang ibu muda yang melarikan diri demi masa depan anaknya, hingga ia terseret dalam realita kelam kedai kopi pangku yang dikelola oleh Bu Maya.

