Dian Sastro Ajak Perempuan Lawan Batasan Usia dalam Aktualisasi Diri

Navaswara.com – Aktris dan produser Dian Sastro menegaskan pentingnya melawan pandangan sempit terhadap usia yang kerap membatasi ruang gerak perempuan. Menurutnya, persepsi bahwa kecantikan dan kesempatan untuk berekspresi hanya berlaku pada masa tertentu merupakan bentuk ageism yang masih sering terjadi di masyarakat.

“Sering kali ada anggapan bahwa perempuan punya ‘masa’ untuk tampil menarik atau mengejar mimpi. Seolah ada tenggat waktu untuk mencoba hal baru atau mengembangkan diri,” ujar Dian. Ia menilai pandangan tersebut membuat banyak perempuan merasa terburu-buru untuk mencapai sesuatu agar tidak dianggap “terlambat.”

Dian menekankan bahwa tidak ada waktu yang salah untuk mulai lagi atau mencoba hal baru. “Kalau kita punya kesempatan, energi, atau bahkan keberanian, kenapa tidak? Aktualisasi diri tidak berhenti di usia berapa pun,” lanjutnya. Baginya, yang penting bukan usia, melainkan kemauan untuk terus berkembang dan merasa hidup.

Fenomena ageism, yaitu diskriminasi atau stereotip berbasis usia, masih kerap dialami perempuan, terutama dalam hal penampilan dan aktualisasi diri. Kecantikan yang dianggap “ideal” masih sering dikaitkan dengan usia muda dan kulit kencang, sementara tanda-tanda penuaan kerap dipandang negatif. Di sisi lain, perempuan yang berusia di atas 30 tahun kerap dinilai konservatif atau terlambat untuk bermimpi.

Sebagai Brand Ambassador POND’S Age Miracle, Dian percaya perubahan bisa dimulai dari keyakinan diri. “Saya yakin, ageism akan berhenti saat perempuan percaya bahwa tak ada usia yang terlalu muda untuk memulai, dan tak ada usia yang terlalu tua untuk mencoba hal baru. Lewat kampanye ‘Cheat Your Age’, saya dan POND’S Age Miracle ingin menginspirasi perempuan agar tidak menjadikan usia sebagai batas untuk berkembang, karena setiap perjalanan hidup menambah kedalaman dalam karya dan langkah kita,” ungkapnya.

Ageism membuat perempuan seperti berpacu dengan waktu. Kami percaya setiap perempuan bisa bersinar di usia berapa pun,” tambah Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager POND’S. Ia menegaskan kampanye ini mengajak perempuan untuk merayakan setiap fase hidup dengan bangga dan berani melampaui ekspektasi terhadap usia.Salah satu dari sembilan Miracle Models, Irmahayati, menjadi bukti nyata semangat melawan ageism di panggung “Miracle Runway” Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Di usianya yang ke-42, ia membuktikan bahwa kesempatan untuk berkarya tidak berhenti hanya karena faktor usia.

“Awalnya saya ikut pemilihan ini karena memang sudah lama menggunakan POND’S Age Miracle dan mengikuti acara Miracle Runway sejak tahun lalu. Tidak menyangka akhirnya terpilih menjadi satu dari sembilan peserta,” ujar Irmahayati.

Ia mengakui, semakin bertambah usia, ruang bagi perempuan untuk tampil dan menunjukkan diri sering kali semakin sempit. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mencoba hal baru, termasuk berani ikut berbagai casting dan debut lewat peran kecil di sejumlah proyek. “Saya kebetulan punya usaha rumahan, dan pengalaman ini memberi dorongan besar untuk terus berkarya dan berani tampil,” katanya.

Irma menilai kampanye “Cheat Your Age” membawa pesan kuat bagi banyak perempuan untuk tidak menyerah pada batasan usia. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani menunjukkan kemampuan mereka tanpa ragu akan penilaian orang lain.

Kampanye “Cheat Your Age” dari POND’S Age Miracle mencapai puncaknya di panggung “Miracle Runway” Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Sembilan perempuan terpilih tampil sebagai Miracle Models membawakan karya dari Studio Jeje, Christie Basil, dan Jan Sober, bersama tiga sosok inspiratif yakni Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Agnes Jennifer. Kolaborasi ini menjadi simbol perlawanan terhadap ageism, atau diskriminasi berbasis usia, yang masih kerap dialami perempuan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *