Navaswara.com – Perempuan modern kini hidup di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah. Batas antara ruang pribadi dan profesional semakin kabur, sementara tekanan untuk tetap produktif tak pernah benar-benar berhenti. Di balik layar laptop dan dering notifikasi rapat, banyak pekerja mulai kehilangan keterikatan dengan pekerjaan yang dulu memberi rasa bangga dan makna.
Laporan Work Relationship Index (WRI) 2025 dari HP menunjukkan fenomena ini secara nyata. Hanya 28 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia yang memiliki hubungan sehat dengan pekerjaannya. Angka itu turun 16 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi penurunan paling tajam secara global. Sebagian besar pekerja mengaku menghadapi tekanan yang meningkat, dengan 68 persen menyatakan ekspektasi perusahaan terhadap mereka kini jauh lebih tinggi.
Meski begitu, optimisme tetap ada. Di tengah rasa lelah dan kebijakan wajib kembali ke kantor, 89 persen karyawan Indonesia percaya bahwa kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan kualitas hidup dan pengalaman kerja mereka. Bahkan, 94 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI, dan separuh di antaranya menggunakannya setiap hari menjadikan Indonesia pemimpin kawasan dalam adopsi teknologi ini.
Juliana Cen, President Director HP Indonesia, melihat tren ini sebagai sinyal positif bahwa teknologi bisa menjadi jembatan untuk membangun kembali hubungan yang lebih manusiawi dengan pekerjaan. “Ketika karyawan memiliki pengalaman kerja yang optimal, mereka menjadi lebih produktif dan memiliki hubungan yang lebih sehat dengan pekerjaannya. Itulah yang ingin kami wujudkan melalui OneHP, yakni menciptakan teknologi yang memperkuat koneksi antar manusia dan mendukung kesejahteraan di tempat kerja,” ujarnya.
Melalui strategi OneHP, HP menghadirkan ekosistem kerja terpadu yang menggabungkan perangkat, layanan, dan alat berbasis AI untuk mendukung gaya kerja hybrid masa kini. Strategi ini menyatukan seluruh portofolio HP, mulai dari PC berbasis AI, perangkat kolaborasi Poly, periferal, hingga solusi keamanan siber melalui HP Wolf Security. Semuanya dirancang agar pengalaman bekerja menjadi lebih aman, nyaman, dan bermakna.
HP juga memperkenalkan sejumlah inovasi baru yang menempatkan pengalaman manusia sebagai inti dari teknologi. HP Workforce Experience Platform memberi wawasan berbasis data bagi tim TI dan SDM untuk memahami kebutuhan karyawan dengan lebih baik. Sementara HP Smart Sense menggunakan AI untuk menyesuaikan kinerja perangkat dan lingkungan kerja demi meningkatkan fokus dan kenyamanan pengguna. Tak kalah menarik, HP AI Companion hadir sebagai asisten cerdas yang membantu mengatur jadwal, tugas, dan notifikasi agar ritme kerja lebih efisien tanpa kehilangan keseimbangan.
Data dari WRI menunjukkan bahwa perusahaan memegang peran besar dalam menciptakan hubungan kerja yang sehat. Sebanyak 85 persen faktor yang memengaruhi hubungan karyawan dengan pekerjaan sebenarnya berada dalam kendali organisasi, mulai dari kepemimpinan hingga ketersediaan alat kerja yang tepat. Karyawan yang mendapatkan dukungan teknologi yang sesuai dua kali lebih mungkin memiliki hubungan kerja yang sehat, dan peluang itu meningkat hingga lima kali lipat jika mereka merasa perusahaan berinvestasi dalam pengembangan diri mereka.
Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi dan kesejahteraan karyawan tak bisa lagi dipisahkan. Perusahaan melihat teknologi bukan hanya sebagai alat produksi, melainkan juga sarana untuk membangun keseimbangan dan rasa keterikatan, maka dunia kerja akan bergerak menuju arah yang lebih sehat.
Bagi perempuan Indonesia, yang tak jarang menjalankan banyak peran sekaligus, baik itu sebagai profesional, ibu, atau penggerak komunitas, AI dan sistem seperti OneHP membuka ruang baru untuk bernapas. Ruang untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, serta ruang untuk kembali merasakan makna di setiap hasil kerja yang tercipta.
