Navaswara.com – Terik matahari menyengat tanah yang retak di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Di tengah musim kemarau panjang, secercah harapan tumbuh di antara ladang kering. Bukan dari langit yang menurunkan hujan, melainkan dari sinar matahari yang kini menjadi sumber kehidupan baru. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina menghadirkan inovasi energi surya yang membantu petani bangkit dari keterpurukan akibat kekeringan.
Khoirul, anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur, menuturkan bahwa musim kemarau selama ini menjadi ujian berat bagi para petani di desanya. Namun, setelah hadirnya pompa air bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Pertamina, lahan yang dulu tak tergarap kini kembali hijau. “Dulu kami hanya bisa menanam sekitar 20 persen lahan karena kekurangan air. Setelah ada pompa tenaga surya, kini bisa sampai 60 persen, bahkan di musim kemarau. Pendapatan kami meningkat lebih dari 40 persen,” ujar Khoirul, Minggu (27/10/2025).
Selain membantu dari sisi infrastruktur, Pertamina juga memberikan pelatihan kepada petani untuk menerapkan teknologi pertanian modern, efisiensi air, dan strategi panen cerdas. Dampaknya bukan hanya peningkatan hasil pertanian, tetapi juga penurunan biaya operasional serta pengurangan emisi karbon.
Inovasi ini tak lepas dari hasil karya generasi muda. Teknologi yang digunakan di Desa Sobokerto merupakan pengembangan dari karya Finalis Pertamuda 2024, sebuah ajang inovasi energi bagi mahasiswa yang diinisiasi oleh Pertamina. Tim mahasiswa yang dipimpin Haikal menciptakan sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) bernama Adositering singkatan dari Adopsi Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT dan Embung Tadah Hujan. “Dengan Adositering, petani bisa mengatur aliran air dan pemupukan secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman. Semuanya dijalankan dengan energi surya yang ramah lingkungan dan hemat biaya,” jelas Haikal.
Kepala Desa Sobokerto, Surahmin, menyebut teknologi tersebut membawa semangat baru bagi petani. “Saya yakin inovasi ini menambah motivasi petani untuk mengolah lahan lebih giat, menghasilkan sayuran berkualitas, dan memperkuat swasembada pangan,” ujarnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa Desa Sobokerto merupakan satu dari 80 Desa Energi Berdikari yang diresmikan bertepatan dengan Hari Listrik Nasional 2025. Hingga kini, Pertamina telah memberdayakan 252 desa di seluruh Indonesia melalui program serupa yang memanfaatkan energi baru terbarukan dan teknologi tepat guna.
“Program DEB merupakan bagian dari komitmen Pertamina mendukung Asta Cita Pemerintah untuk membangun dari desa, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendorong ketahanan energi nasional,” ungkap Fadjar.
Pertamina menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan visi nasional menuju kemandirian energi dan pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat desa, energi tak lagi hanya tentang listrik, melainkan tentang kehidupan yang terus tumbuh bahkan di tengah kemarau sekalipun.
