Sanggraloka Ubud, Perpaduan Alam dan Kemewahan di Bresela

Navaswara.com – Ubud selalu punya cara tersendiri untuk memanjakan pancaindra. Di antara hamparan sawah dan hutan tropisnya, lahir tempat-tempat yang mengajarkan bagaimana ketenangan dan kemewahan bisa berjalan beriringan. Salah satunya Sanggraloka Ubud, resort yang memadukan konsep pertanian organik dan kenyamanan modern di tengah alam Bresela.

Resort ini memperkenalkan diri sebagai Luxury Organic Farm & Retreat Resort, tempat di mana ritme alam hadir bersama kenyamanan modern dalam suasana khas pedesaan Bali.

Tenangnya pagi, suara burung tropis dan angin sawah menyambut tamu di vila yang dibangun dengan prinsip keberlanjutan. “Kami ingin menciptakan pengalaman yang selaras dengan alam, bukan menaklukkannya,” ujar I Wayan Lanus, Direktur sekaligus Partner Sanggraloka Ubud yang akrab disapa Pak Mangku.

Filosofi farm-to-table menjadi inti dari pengalaman di Sanggraloka. Di Meditera Restaurant, bahan makanan dipetik langsung dari kebun organik resort. Para tamu bisa ikut kelas memasak, berkeliling kebun, atau menikmati teh dari bunga telang yang tumbuh di lahan sendiri.

“Setiap hidangan membawa cerita dari tanah ini. Kami ingin tamu merasakan Bali yang hidup, yang ditanam dan dirawat oleh tangan-tangan lokal,” kata Pak Mangku.

Kebun Sanggraloka menanam berbagai buah dan rempah seperti durian, alpukat, manggis, jahe, dan kunyit. Semua dikelola tanpa pestisida kimia agar menghasilkan bahan segar yang ramah lingkungan.

 

Ruang Tenang dan Budaya Bali

Sanggraloka memiliki akses langsung ke Sungai Oos, yang dapat dicapai melalui outdoor escalator pertama di Bali. Di sana, tamu bisa mengikuti ritual melukat, sesi sound bath, atau bermain air di bawah pepohonan. Resort ini juga memiliki air terjun buatan setinggi 55 meter yang menjadi salah satu ikon utamanya, serta Butterfly Hut sebagai area konservasi kupu-kupu.

Wellness Center Sanggraloka menjadi tempat untuk beristirahat dan memulihkan diri. Di ruang pijat yang terbuka, ramuan herbal dan minyak esensial digunakan berdasarkan tradisi penyembuhan Bali. Tersedia paviliun yoga, area meditasi di tepi sungai, dan sesi sound bath di kaki bukit.

Kegiatan budaya juga menjadi bagian dari pengalaman tamu. Di amphitheater depan lobi, Tari Kecak digelar setiap bulan purnama. Di dapur, tamu dapat memasak bersama chef lokal sambil menikmati suasana Ubud yang hangat.

 

Prinsip Ramah Lingkungan

Dibangun dengan visi ramah bumi yang terasa di setiap detailnya, resort ini menggunakan perlengkapan yang mudah terurai, dari sedotan hingga kemasan perlengkapan mandi, serta mengolah limbah organik menjadi pupuk untuk kebun yang tumbuh subur di sekitarnya.

“Para tamu ikut terlibat langsung dalam proses ini, mulai dari menanam, belajar, hingga mencicipi hasil bumi,” tutur Pak Mangku, pengelola resort.

Berlokasi tak jauh dari Museum Blanco Renaissance, Pura Gunung Lebah, dan jalur Campuhan Ridge Walk yang hanya sekitar 20–30 menit perjalanan, Sanggraloka memberi akses mudah bagi tamu yang ingin menjelajahi sisi artistik dan spiritual Ubud.

Di tempat ini, kemewahan hadir dalam bentuk yang lebih tenang dan menyatu dengan alam. Sanggraloka Ubud menawarkan pengalaman menginap yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga selaras dengan nilai keberlanjutan dan kesadaran akan harmoni hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *