Navaswara.com – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mencatat sejarah sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang merayakan Hari Integritas Akademik Sedunia. Perayaan ini diwujudkan melalui Seminar Nasional bertema “Membangun Integritas Akademik yang Jujur dan Bermartabat di Era Digital” yang digelar secara hibrida pada Selasa (14/10/2025) di Gedung Fakultas Kedokteran UPNVJ, Kampus Pondok Labu, Jakarta, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen sivitas akademika untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan kepercayaan dalam kehidupan akademik. Melalui seminar ini, UPNVJ menegaskan perannya sebagai pelopor kampus yang menjadikan integritas akademik sebagai pilar utama dalam membangun budaya ilmiah yang beretika.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki reputasi dan pengalaman luas di bidangnya, antara lain Dr. Chatarina Muliana Girsang dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ; Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, Kepala LPPM Universitas Syiah Kuala yang juga termasuk dalam daftar 2 persen ilmuwan terbaik dunia versi Stanford University; serta Muhammad Raul Zikra Sarya, Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM FISIP UPNVJ, yang mewakili perspektif mahasiswa dalam membangun budaya kejujuran akademik.
Ketua Tim Sosialisasi Integritas Akademik (SIA) UPNVJ, Dr. Sri Lestari Wahyuningroem, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UPNVJ untuk memperkuat pemahaman dan komitmen terhadap integritas akademik. Ia menegaskan bahwa integritas adalah pondasi utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan membentuk akademisi yang bermartabat. Melalui kegiatan seperti ini, UPNVJ berharap nilai-nilai etika dan moral tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diinternalisasi dalam perilaku seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A.Comm., menekankan bahwa pekan integritas akademik tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari proses pembudayaan nilai-nilai luhur yang harus hidup di setiap ruang akademik. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat di mana kejujuran ilmiah, tanggung jawab moral, dan rasa saling percaya tumbuh kuat di tengah arus perubahan digital yang serba cepat. “Kami berharap seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran kolektif untuk menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap langkahnya, baik dalam penelitian, pengajaran, maupun kehidupan kampus sehari-hari,” ujarnya.
Selain seminar nasional, rangkaian kegiatan Hari Integritas Akademik di UPNVJ juga mencakup peluncuran Buku Saku Integritas Akademik, materi edukasi digital, serta atribut kampanye nilai integritas yang dirancang untuk memperluas kesadaran publik di lingkungan kampus. UPNVJ juga meluncurkan program “Duta Integritas Akademik”, sebuah inisiatif yang mengajak mahasiswa menjadi teladan dalam menjaga etika akademik. Dalam semangat kreatifitas mahasiswa, kegiatan ini turut diramaikan dengan lomba mural, lomba poster, dan lomba esai yang mengangkat tema integritas akademik.
Peringatan ini menjadi wujud nyata komitmen UPNVJ dalam membangun lingkungan akademik yang sehat, beretika, dan berintegritas tinggi. UPNVJ ingin memastikan bahwa setiap langkah akademik, dari penelitian hingga publikasi ilmiah, dijalankan dengan kejujuran dan tanggung jawab. Melalui gerakan ini, UPNVJ berharap dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai integritas akademik sejak dini.
Dengan semangat Bela Negara yang menjadi jati diri kampus, UPNVJ berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter moral dan tanggung jawab sosial yang kuat. Nilai integritas bukan hanya menjadi pedoman akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun bangsa yang beradab dan bermartabat di tengah tantangan era digital.
