Ragunan Tawarkan Wisata Nokturnal, Oase Baru Warga Jakarta

Navaswara.com – Selama ini, lanskap Taman Margasatwa Ragunan hanya beroperasi sebelum matahari terbenam. Namun, pemandangan itu sebentar lagi akan berubah. Hutan kota terbesar di ibu kota ini bersiap melepas citra siang bolongnya dengan meresmikan Night at Ragunanzoo, sebuah inovasi yang menjanjikan pengalaman rekreasi malam yang unik bagi warga metropolitan.

Perubahan jam operasional ini bukan sekadar menambah jam buka, melainkan upaya strategis menghidupkan kembali fungsi Ragunan sebagai paru-paru sekaligus alternatif destinasi wisata. Kabar gembira ini dikonfirmasi langsung oleh pihak pengelola dan akan diimplementasikan mulai Sabtu, 11 Oktober 2025, dengan tarif masuk yang tetap normal.

Keputusan membuka Ragunan pada malam hari ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menawarkan hiburan yang mudah diakses bagi penduduk Jakarta yang padat aktivitas di siang hari. Inisiatif ini bermula dari wacana yang dilemparkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau lokasi pada Kamis (14/8) sebelumnya.

Lalu, apa yang ditawarkan Night at Ragunanzoo pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB setiap Sabtu?

Mengintip Kehidupan Malam Satwa: Daya tarik utama adalah kesempatan langka untuk mengamati satwa nokturnal, hewan-hewan yang aktif saat gelap, memberikan dimensi baru yang tidak ditemukan pada kunjungan siang hari.

Jelajah dengan Buggy Car: Untuk memudahkan pengunjung menjelajahi area yang luas dalam suasana remang-remang, pihak pengelola menyediakan mobil buggy khusus.

Berolahraga Malam: Ragunan juga membuka area tertentu bagi pengunjung yang ingin berolahraga di bawah suasana malam hutan kota yang sejuk.

Kepala Humas TM Ragunan Wahyudi Bambang memastikan bahwa operasional malam ini tidak mengganggu jadwal reguler. “Iya benar (TM Ragunan buka malam). Pagi tetap buka,” kata Wahyudi, menegaskan konsistensi pelayanan.

Strategi Gubernur: Memecah Konsentrasi Wisata di Puncak

Di balik inovasi ini, ada pertimbangan pragmatis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung secara terbuka menyampaikan alasan di balik gagasannya, yakni untuk menyediakan alternatif wisata yang lebih mudah dijangkau dan mengurangi beban kemacetan akhir pekan ke luar kota.

Ia menilai Ragunan tidak kalah bagus dibandingkan dengan Taman Safari yang memiliki program “Safari Malam”. Program tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyusuri area satwa dan melihat tingkah hewan liar seperti harimau, gajah, jerapah, dan singa pada malam hari.

Pernyataan ini jelas menempatkan Ragunan sebagai oase wisata malam yang unggul secara geografis. Dengan menawarkan pengalaman alam dan satwa tanpa harus menempuh perjalanan macet berjam-jam, Night at Ragunanzoo diharapkan dapat menjadi solusi bagi penduduk metropolitan yang mendamba suasana tenang di tengah hiruk pikuk kota.

Melalui program ini, yang digaungkan TM Ragunan sebagai kesempatan untuk “merasakan suasana malam yang tenang di Taman Margasatwa Ragunan serta melihat satwa nokturnal,” Jakarta membuktikan adaptasinya. Fasilitas publik kini tidak hanya melayani kebutuhan di jam kerja, tetapi juga berusaha menawarkan kualitas hidup dan rekreasi yang lebih fleksibel bagi warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *