Navaswara.com – Tottenham Hotspur kini berada dalam situasi yang sangat kritis menjelang laga tandang ke markas Liverpool di Anfield pada pekan ke-30 Premier League musim 2025/2026. Klub berjuluk The Lilywhites ini dihantam badai cedera dan krisis pemain yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub.
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, sebanyak 13 pemain tim utama terancam absen. Jumlah ini merupakan sebuah angka yang fantastis sekaligus mengerikan bagi manajer Igor Tudor yang sedang berupaya membangkitkan performa tim di tengah tekanan pemecatan yang semakin menguat.
Daftar absensi pemain Tottenham mencakup seluruh lini permainan, mulai dari pertahanan hingga ujung tombak. Di sektor penyerang, ketajaman tim dipastikan lumpuh dengan absennya nama-nama kunci seperti James Maddison, Dejan Kulusevski, Wilson Odobert, hingga Mohammed Kudus.
Masalah di lini tengah juga tidak kalah pelik karena Rodrigo Bentancur dan pemain muda Lucas Bergvall harus menepi akibat cedera. Sementara itu, barisan pertahanan yang menjadi benteng terakhir semakin rapuh dengan absennya Ben Davies dan Destiny Udogie.
Situasi ini diperparah dengan sanksi kartu merah yang diterima Micky van de Ven selaku bek saat laga kontra Crystal Palace, absennya sang kapten Cristian Romero, dan gelandang Joao Palhinha yang harus menjalani protokol gegar otak setelah laga kontra Atletico Madrid di Liga Champions. Tak hanya itu, kabar terakhir menyebutkan Yves Bissouma mengalami cedera otot dan Conor Gallagher diragukan tampil.
Risiko yang dihadapi Tottenham di Anfield sangatlah besar. Menghadapi Liverpool yang dikenal dengan intensitas serangan balik dan tekanan tinggi di kandang sendiri, skuad “tambal sulam” Tottenham berisiko menjadi bulan-bulanan. Kehilangan pilar utama di lini belakang dan tengah akan membuat permainan menjadi kacau yang berpotensi berujung pada kekalahan telak.
Igor Tudor sendiri mengakui bahwa situasi ini sangat tidak biasa dalam kariernya sebagai pelatih, di mana setiap pertandingan selalu ada pemain baru yang tumbang. Risiko mentalitas juga membayangi, mengingat Spurs telah menelan enam kekalahan beruntun di sejumlah kompetisi. Kekalahan tambahan hanya akan semakin meruntuhkan kepercayaan diri pemain dan memperlebar jurang krisis internal di London Utara.
Kondisi skuad yang pincang ini berdampak langsung pada posisi Tottenham di klasemen Premier League yang kini berada di titik nadir. Saat ini, Spurs terpuruk di peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin. Posisi ini sangat mengkhawatirkan karena mereka hanya terpaut satu angka dari West Ham United yang berada di zona degradasi.
Dengan jarak poin yang sangat tipis tersebut, Tottenham kini bukan lagi bertarung untuk memperebutkan tiket kompetisi Eropa, melainkan berjuang keras untuk menghindari ancaman turun kasta ke divisi Championship. Laga melawan Liverpool di Anfield esok hari akan menjadi ujian hidup-mati bagi Spurs untuk membuktikan apakah mereka mampu bertahan di tengah badai cedera yang melumpuhkan kekuatan tim mereka.
