The Grand Platinum Jakarta Hadirkan “A Festive Journey”, Satukan Imlek dan Ramadan dalam Perayaan Kuliner Bersejarah

Navaswara.com – The Grand Platinum Jakarta menorehkan babak baru dalam perjalanan debutnya sebagai hotel bintang lima dengan menghadirkan “A Festive Journey of Chinese New Year & Ramadan”, sebuah perayaan kuliner yang menyatukan dua momen sakral dalam satu rangkaian istimewa. Acara Media Showcase & Press Conference yang digelar pada Jumat, (6/2/2026) ini menjadi penanda dimulainya debut kuliner perdana hotel tersebut, sekaligus menegaskan komitmen mereka merayakan keberagaman Indonesia secara inklusif.

Menghadirkan Imlek dan Ramadan secara berurutan dalam satu konsep besar bukanlah langkah yang lazim. Namun justru di situlah keberanian The Grand Platinum Jakarta diuji. Manajemen hotel melihat momentum kuartal awal tahun 2026 ini sebagai periode yang sarat makna, di mana tradisi, kebersamaan, dan perayaan lintas budaya bertemu. Di tengah persaingan ketat industri perhotelan Jakarta, pendekatan ini dipilih sebagai strategi diferensiasi yang berangkat dari realitas pasar.

Director of  Sales and Marketing The Grand Platinum Jakarta, Lia Wirahadikusuman, bersama Director of  Food and Beverage Boy Budi Hardjono, secara terbuka mengakui bahwa lokasi hotel yang berada di kawasan komunitas Tionghoa menuntut strategi yang adaptif. Persaingan bukan hanya soal kualitas menu, tetapi juga soal harga, waktu, dan pengalaman yang ditawarkan kepada tamu. Dari kesadaran inilah lahir pendekatan yang lebih membumi dan customer-centric, dengan meninggalkan skema promosi rumit seperti early bird dan menggantinya dengan kejutan door prize setiap hari.

Konsep tersebut dirancang untuk mengikuti pola masyarakat urban Jakarta yang dinamis dan spontan. Alih-alih mengikat tamu dengan jadwal jauh hari, The Grand Platinum Jakarta justru ingin menciptakan rasa penasaran dan pengalaman yang selalu berbeda setiap kunjungan. Door prize yang diberikan setiap hari, mulai dari voucher menginap hingga potongan harga, menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat value bagi tamu.

Dari sisi kuliner, Corporate Executive Chef Helmy menghadirkan konsep multi-cuisine yang memadukan hidangan lokal Indonesia dengan sajian Chinese autentik. Setiap hari, tamu akan menemukan menu khas yang berganti, termasuk cita rasa Betawi dengan karakter manis dan gurih yang menjadi bagian dari identitas lokal Jakarta. Strategi ini dirancang agar pengalaman bersantap tidak terasa monoton, bahkan bagi tamu yang datang berulang kali.

Kehadiran Chef Raymond Goh dari Malaysia menjadi salah satu sorotan utama. Dikenal sebagai maestro kuliner Chinese dan pembuat mooncake ternama, Chef Raymond dipercaya memperkuat identitas dapur The Grand Platinum Jakarta. Untuk perayaan Imlek, ia menyiapkan menu autentik seperti dimsum Hong Kong style hingga sajian laut premium yang dikemas dalam format buffet. Tidak hanya mengandalkan tradisi, menu yang dihadirkan juga menyentuh sisi modern dan fusion, menjadikannya relevan bagi selera masa kini.

Kejutan terbesar justru datang dari sisi harga. Untuk buffet Chinese New Year maupun Ramadan, The Grand Platinum Jakarta menetapkan harga Rp 388.000 net per orang. Angka ini terbilang sangat kompetitif untuk hotel bintang lima, terlebih dengan tambahan door prize setiap hari. Strategi harga ini menjadi pernyataan tegas bahwa pengalaman premium tidak harus selalu berjarak dengan aksesibilitas.

Rangkaian perayaan semakin lengkap dengan agenda Valentine’s Day pada 14 Februari. Hotel ini menyiapkan paket makan malam romantis untuk pasangan di Latte 26 Infinity Bar, lounge eksklusif di lantai enam dengan suasana intim. Paket tersebut ditawarkan dengan harga Rp 728.000 net per pasangan, lengkap dengan set menu dan wine. Bagi tamu yang ingin memperpanjang momen romantis, tersedia pula paket yang digabungkan dengan kamar untuk pengalaman staycation yang lebih personal.

Perayaan Imlek di The Grand Platinum Jakarta juga akan diramaikan oleh pertunjukan barongsai berskala besar. Empat singa yang melambangkan empat penjuru mata angin, lengkap dengan barongsai dan liong, akan berkeliling dari lantai bawah hingga ke area rooftop. Pada malam Tahun Baru Imlek, setiap meja akan mendapatkan Yee Sang yang dipandu langsung oleh Chef Raymond, menghadirkan tradisi doa dan kebersamaan khas budaya Tionghoa dalam suasana kekeluargaan.

Memasuki Ramadan, suasana hotel akan berubah total. Dekorasi disulap, iringan musik bernuansa religi mengalun, dan pertunjukan musik Sufi direncanakan mengisi area lobby pada minggu-minggu tertentu menjelang Lebaran. Palladium Restaurant yang mampu menampung hingga 280 tamu menjadi pusat iftar buffet, sementara ruang pertemuan dan ballroom disiapkan bagi perusahaan atau keluarga besar yang ingin menggelar buka puasa secara privat.

Dengan total sekitar 20 function room, The Grand Platinum Jakarta menawarkan fleksibilitas tinggi, mulai dari acara kecil hingga ratusan peserta. Door prize tetap menjadi bagian dari pengalaman Ramadan, diundi setiap hari setelah berbuka, memastikan setiap kunjungan selalu meninggalkan kesan.

Melalui “A Festive Journey”, The Grand Platinum Jakarta tidak sekadar menawarkan promo atau menu musiman. Hotel ini menghadirkan narasi tentang keberanian mendengar pasar, kejujuran dalam menghadapi tantangan, dan kreativitas dalam mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Perayaan Imlek dan Ramadan ditempatkan bukan sebagai dua agenda terpisah, melainkan sebagai simbol harmoni dalam keberagaman.

Debut kuliner ini menjadi pernyataan bahwa The Grand Platinum Jakarta siap menjadi pemain baru yang diperhitungkan. Dengan konsep inklusif, harga terjangkau, dan pengalaman yang dirancang penuh kejutan, hotel ini mengajak publik Jakarta merayakan momen-momen istimewa tahun 2026 dalam satu perjalanan rasa yang hangat dan berkesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *