Navaswara.com – Negara kembali menunjukkan kehadirannya di tengah duka. Pemerintah memastikan operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dilakukan tanpa henti demi menyelamatkan setiap nyawa yang masih mungkin ditemukan. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana, Minggu (25/1/2026).
Longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda terjadi setelah hujan deras berjam-jam mengguyur kawasan perbukitan Bandung Barat. Tanah yang jenuh air runtuh pada dini hari, disertai aliran lumpur dan banjir bandang yang menghantam permukiman warga. Rumah-rumah tertimbun, akses jalan terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh seketika.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Operasi SAR dijalankan 24 jam non-stop karena masih puluhan warga yang dilaporkan hilang. “Yang kami utamakan adalah penyelamatan jiwa. Selama masih ada harapan, tim akan terus bekerja,” ujar Pratikno.
Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk memastikan seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi. Lebih dari 250 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD dikerahkan, didukung alat berat untuk membuka timbunan material longsor dan mempercepat pencarian korban.
Selain upaya evakuasi, perhatian juga diarahkan pada para penyintas. Pos kesehatan lapangan beroperasi 24 jam, ambulans disiagakan, dan layanan kesehatan jiwa disiapkan untuk membantu warga yang mengalami trauma. Logistik berupa makanan siap saji, sembako, selimut, serta tenda darurat terus disalurkan agar pengungsi tetap terlindungi di tengah situasi darurat.
Menko PMK menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada fase darurat. Pemerintah pusat dan daerah telah mulai membahas langkah pencegahan ke depan, termasuk rencana relokasi warga dari zona rawan. Identifikasi lahan relokasi diminta segera dilakukan agar masyarakat terhindar dari risiko bencana susulan.
Di tengah puing dan lumpur yang masih menyelimuti Cisarua, semangat gotong royong dan kerja kemanusiaan terus menyala. Pemerintah memastikan seluruh kekuatan nasional dikerahkan agar warga terdampak tidak merasa sendiri. Dari operasi SAR yang tak mengenal waktu hingga pelayanan bagi pengungsi, negara hadir untuk memastikan bahwa keselamatan dan kemanusiaan tetap menjadi yang utama.
