Investasi Bayer di Cimanggis Perkuat Produksi MMS untuk Dukung Penurunan Stunting

Navaswara.com – Upaya menekan stunting dan memperkuat kesehatan ibu dan anak tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan negara. Di lapangan, ketersediaan produk kesehatan yang konsisten, bermutu, dan terjangkau sering kali ditentukan oleh kesiapan industri. Karena itu, investasi sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan agenda kesehatan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bayer melalui peresmian peningkatan fasilitas manufaktur dan penguatan pusat riset dan pengembangan di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. Perusahaan global berbasis sains ini menggelontorkan investasi sekitar 5 juta euro atau setara Rp 99 miliar untuk memperkuat produksi produk kesehatan konsumen di Indonesia, termasuk Multiple Micronutrient Supplement atau MMS.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keterlibatan industri memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada isu kesehatan ibu dan anak.

“Penguatan produksi MMS dan riset di dalam negeri menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk penurunan stunting,” ujar Budi dalam peresmian fasilitas tersebut.

MMS sendiri merupakan suplemen mikronutrien yang diformulasikan sesuai standar UNIMMAP dengan kandungan 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil. Produksi di dalam negeri dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan serta memastikan kualitas produk tetap terjaga sesuai standar global.

Dari sisi pengawasan, Badan Pengawas Obat dan Makanan menekankan pentingnya kepatuhan industri terhadap regulasi. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa kualitas produk harus menjadi perhatian utama seiring peningkatan kapasitas produksi.

“BPOM mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan yang berlaku dan menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten,” kata Taruna. Menurutnya, standar tersebut menjadi fondasi agar produk yang beredar aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah Bayer juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste, menilai investasi ini sebagai bentuk kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia.

“Penguatan kapabilitas manufaktur dan riset ini menunjukkan komitmen jangka panjang sektor swasta Jerman dalam mendukung pengembangan kapasitas lokal serta kerja sama berkelanjutan,” ujarnya.

Secara kapasitas, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global. Khusus MMS, kapasitas produksinya mencapai 1,2 miliar tablet per tahun dalam berbagai bentuk kemasan.
“Kapasitas ini memungkinkan kami mendukung kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar global,” ujar Head of Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta.

Fasilitas di Cimanggis menjadi salah satu pusat manufaktur Bayer di kawasan Asia Pasifik yang memasok produk ke berbagai negara. Seluruh operasionalnya dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia dengan standar kualitas dan keselamatan global. Selain manufaktur, Bayer juga memperkuat fasilitas riset dan pengembangan melalui investasi tambahan sebesar 3,6 juta euro.

Penguatan industri kesehatan melalui investasi dan riset memperlihatkan bahwa agenda kesehatan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ketika kapasitas produksi, pengawasan mutu, dan pengembangan talenta lokal berjalan beriringan, upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak memiliki pijakan yang lebih kuat untuk menjangkau masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *