Navaswara.com – Lukisan rakyat Dong Ho selama ini hanya diam atas kertas, dipajang di dinding, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun di Balai Sirkus Vietnam, warisan itu bergerak.
Lewat program Sirkus Lukisan Dong Ho, tokoh-tokoh dalam lukisan klasik seolah keluar dari bingkai. Mereka hidup lewat ayunan tali, gerakan akrobatik, dan juggling di atas panggung. Tradisi bertemu tubuh. Warisan bertemu generasi muda.
Program ini digagas Federasi Sirkus Vietnam bersama Pusat Pelestarian Lukisan Rakyat Dong Ho, dengan dukungan mahasiswa Akademi Diplomatik Vietnam. Tujuannya sederhana tapi berani: membawa warisan budaya keluar dari ruang pameran yang sunyi menuju pengalaman seni yang lebih dekat dengan publik hari ini.
“Jika sirkus adalah seni gerak dan emosi fisik, maka lukisan Dong Ho adalah kristalisasi pemikiran artistik rakyat,” kata Nguyen Tat Dat, ketua panitia proyek.
Pertemuan keduanya, sambung dia, menciptakan pengalaman yang baru dan hidup.
Pertunjukan seperti Kenangan Desa Ho dan Kisah Keluarga Ti menjadi puncak acara. Lukisan-lukisan klasik ditafsirkan ulang lewat bahasa sirkus, tanpa kehilangan ruhnya, tapi dengan napas yang lebih segar.
Salah satu penonton, Nguyen Duong Ninh, mengaku terkesan dengan konsep tersebut.
“Tokoh-tokoh dalam lukisan seperti keluar dari bingkai dan hidup di atas panggung. Ini membuat saya semakin menghargai nilai warisan budaya dari tanah kelahiran saya,” katanya.
Seniman Berprestasi Nguyen Huu Qua, yang selama bertahun-tahun mendedikasikan diri pada pelestarian lukisan Dong Ho, turut terlibat dalam program ini. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat generasi muda menafsirkan warisan budaya leluhur dengan cara baru.
Selain pertunjukan utama, acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya adalah Photo Flicker, kamera otomatis dengan bingkai foto terinspirasi lukisan Dong Ho seperti Prosesi Naga dan Pulang Kampung dengan Gemilang.
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas jangkauan lukisan Dong Ho di media sosial, terutama di kalangan anak muda berusia 18–25 tahun.
Lukisan rakyat Dong Ho sendiri telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda yang membutuhkan perlindungan mendesak. Dalam beberapa tahun terakhir, motif dan semangat Dong Ho semakin banyak diaplikasikan dalam produk modern, mulai dari busana, suvenir, dekorasi interior, hingga desain panggung.
Kolaborasi antara warisan budaya dan merek komersial juga turut memperluas ruang hidup lukisan Dong Ho. Sejumlah seniman muda bahkan menginterpretasikan ulang karya-karya klasik tersebut dalam bentuk desain tas kain, buku catatan, permainan digital, hingga pertunjukan balet dan musik.
Profesor Tu Thi Loan, anggota Dewan Warisan Nasional Vietnam, menilai modernisasi lukisan Dong Ho penting dilakukan selama tetap menghormati nilai aslinya.
“Modernisasi memberi makna praktis bagi pelestarian warisan ini di masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Melalui berbagai eksperimen kreatif tersebut, lukisan Dong Ho perlahan bertransformasi dari artefak pameran menjadi pengalaman budaya yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
