Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Mendekati 14 Juta Sepanjang 2025

Navaswara.com – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisman selama Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Angka ini mencerminkan pemulihan sektor pariwisata yang berlangsung relatif stabil setelah pandemi.

Secara tahunan, pertumbuhan kunjungan wisman berada di kisaran 10 hingga 12 persen. Pada 2023, jumlah kunjungan tercatat 11,7 juta, meningkat menjadi 13,9 juta pada 2024, dan diproyeksikan mencapai sekitar 15,3 juta untuk keseluruhan 2025. Capaian tersebut sejalan dengan target nasional 15 hingga 16 juta kunjungan wisman.

Dilihat dari pergerakan bulanan, puncak kunjungan terjadi pada Agustus dengan 1,51 juta wisman, disusul Juli sebanyak 1,48 juta kunjungan. Kenaikan ini berkaitan dengan periode libur musim panas di sejumlah negara asal wisatawan. Pada November 2025, jumlah kunjungan tercatat 1,20 juta, turun sekitar 11 persen dibanding Oktober, tetapi tetap tumbuh 9,79 persen secara tahunan. Selama Januari hingga Agustus 2025, total kunjungan telah mencapai 10,04 juta atau naik 10,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pasar asal, Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi 17,3 persen dari total kunjungan wisman. Australia menyusul dengan 11,3 persen, diikuti Singapura sebesar 10,5 persen. Dominasi negara-negara tersebut didukung oleh faktor kedekatan geografis dan aksesibilitas penerbangan langsung ke sejumlah bandara internasional, terutama Bali.

Sejumlah kebijakan turut memengaruhi pertumbuhan ini, antara lain kemudahan visa serta promosi pariwisata yang berkelanjutan. Namun, fluktuasi kunjungan bulanan masih menjadi catatan, khususnya pada periode di luar musim liburan.

Kontribusi pariwisata terhadap devisa juga mengalami peningkatan. Pada 2023, devisa pariwisata tercatat sebesar US$14 miliar, naik menjadi US$16,7 miliar pada 2024. Untuk 2025, devisa diproyeksikan mencapai US$18,5 miliar. Hingga kuartal ketiga 2025, devisa pariwisata telah mencapai US$13,8 miliar atau tumbuh 9,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor perhotelan turut terdampak oleh peningkatan kunjungan tersebut. Tingkat hunian kamar hotel berbintang berada pada kisaran 50 hingga 53 persen sepanjang 2025. Di saat yang sama, pergerakan wisatawan nusantara juga meningkat, dengan total perjalanan mencapai 1,09 miliar atau naik 18,95 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ke depan, pemerintah masih mengandalkan promosi destinasi di luar Bali, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan Raja Ampat, serta perluasan kebijakan visa. Meski demikian, penguatan infrastruktur dan layanan pariwisata di berbagai daerah tetap menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan agar pertumbuhan kunjungan dapat berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *