Navaswara.com — Kepanikan kerap menjadi reaksi pertama saat api muncul dan asap mulai memenuhi ruang. Dalam kondisi darurat seperti kebakaran, ketenangan dan pengetahuan dasar kerap menjadi pembatas tipis antara keselamatan dan risiko fatal. Atas kondisi tersebut, masyarakat kembali diingatkan untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri guna meminimalkan korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.
Imbauan ini sejalan dengan meningkatnya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, rumah tinggal, hingga bangunan usaha kecil, yang sebagian besar dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian penggunaan api, serta kurangnya kesiapsiagaan penghuni.
Petugas keselamatan kebakaran menegaskan bahwa prioritas utama saat terjadi kebakaran adalah menyelamatkan diri, bukan harta benda. “Banyak korban justru terjebak karena mencoba menyelamatkan barang. Dalam kondisi asap tebal, waktu evakuasi sangat terbatas,” ujar seorang petugas pemadam kebakaran saat dikonfirmasi.
Asap Lebih Berbahaya dari Api
Data lapangan menunjukkan mayoritas korban kebakaran disebabkan oleh paparan asap beracun, bukan terbakar api secara langsung. Karena itu, masyarakat diimbau untuk:
-
Bergerak rendah atau merangkak saat ruangan dipenuhi asap
-
Menutup hidung dan mulut dengan kain basah jika memungkinkan
-
Tidak membuka pintu yang terasa panas karena dapat memicu semburan api
Dalam kebakaran bangunan bertingkat, penggunaan tangga darurat sangat dianjurkan, sementara lift harus dihindari karena berisiko berhenti mendadak atau dipenuhi asap.
Jika Pakaian Terbakar, Jangan Panik
Petugas juga mengingatkan masyarakat memahami prosedur sederhana namun krusial: berhenti, menjatuhkan diri, dan berguling jika pakaian terbakar. Langkah ini efektif memadamkan api yang menempel di tubuh dan mencegah luka bakar serius.
Setelah berhasil keluar dari area kebakaran, warga diminta tidak kembali masuk ke dalam bangunan, meski ada barang berharga yang tertinggal, dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar penanganan bisa dilakukan dengan aman.
Peran Kesiapsiagaan Keluarga dan Pelaku Usaha
Upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga keluarga dan pelaku usaha, termasuk UMKM. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), serta pemahaman jalur evakuasi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan keselamatan pekerja.
Dalam konteks sosial dan ekonomi, kebakaran kerap berdampak panjang. Selain korban jiwa, aktivitas ekonomi warga dan pelaku usaha kecil bisa lumpuh dalam sekejap. Oleh karena itu, literasi keselamatan menjadi bagian dari ketahanan sosial masyarakat.
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh langkah-langkah dasar keselamatan kebakaran. Pengetahuan sederhana yang dipahami sejak dini dapat menjadi penolong di saat situasi genting.
Keselamatan jiwa selalu lebih utama.
