Navaswara.com – Lonjakan penumpang di musim liburan selalu membuat bandara lebih padat dari hari biasa. Situasi ramai itu sering dimanfaatkan pelaku kejahatan yang memperhatikan kelengahan penumpang, termasuk melalui luggage tag scam atau penipuan tag bagasi. Modus ini kembali ramai dibicarakan karena beberapa kasus yang dilaporkan di sejumlah bandara besar.
Seorang petugas ground handling di Bandara Soekarno Hatta mengatakan situasi ramai membuka ruang bagi pelaku untuk bergerak cepat. “Biasanya terjadi saat penumpang fokus ke dokumen dan koper tidak diawasi penuh,” ujarnya.
Bagaimana Modus Ini Berjalan
Modusnya sederhana tapi merugikan. Pelaku menempelkan tag palsu ke koper penumpang saat proses check-in atau di area conveyor. Tag itu berisi kode bandara tujuan yang berbeda dari rute sebenarnya. Karena sistem bagasi mengikuti instruksi yang terbaca pada tag, koper akan terbawa ke bandara lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Seorang petugas maskapai di Kualanamu menjelaskan tag tambahan sulit dideteksi kalau penumpang tidak memeriksa sendiri. “Ketika koper masuk sistem, petugas hanya melihat data yang muncul di layar” katanya.
Koper bisa hilang total atau baru ditemukan setelah berhari-hari. Penumpang harus membeli kebutuhan mendesak di tempat tujuan, sementara proses klaim memakan waktu karena koper tercatat “sudah dikirim sesuai instruksi”. Situasi ini sering membuat korban baru sadar ada yang janggal ketika koper tidak muncul di baggage claim.

Cara Melindungi Diri
Beberapa langkah mudah bisa membantu menghindari risiko ini.
Pertama, periksa tag bagasi sebelum meninggalkan meja check-in. Pastikan kode bandara tujuan tepat dan tidak ada tag tambahan yang menempel.
Kedua, lepas semua tag dari perjalanan sebelumnya agar koper tidak terbaca ganda.
Ketiga, awasi koper sampai hilang di balik tirai conveyor. Pengawasan singkat sering cukup untuk menggagalkan percobaan penempelan tag palsu.
Keempat, beri tanda unik pada koper atau foto koper sebelum diserahkan ke petugas. Identifikasi visual membuat proses pelacakan lebih cepat jika terjadi masalah.
Kelima, gunakan luggage tracker bila memungkinkan. Banyak penumpang mengandalkan alat ini untuk mengetahui posisi koper secara real-time.
Petugas keamanan bandara mengingatkan agar penumpang segera melapor jika melihat seseorang menyentuh koper mereka di area check-in. “Jangan ragu bertanya atau memanggil petugas” katanya.
Jika Koper Tidak Muncul
Datangi bagian lost and found maskapai, tunjukkan boarding pass dan tag bagasi, lalu minta nomor laporan untuk pelacakan. Jelaskan ciri koper dan isi penting di dalamnya. Jika memiliki asuransi perjalanan, ajukan klaim dengan menyertakan bukti pendukung.
Kenaikan jumlah penumpang membuat risiko seperti ini perlu diperhatikan sejak awal perjalanan. Kewaspadaan sederhana di area check-in sering cukup untuk mencegah masalah besar di kemudian hari, termasuk hilangnya bagasi yang berisi barang penting. Dengan memastikan setiap detail pada koper sudah benar sebelum berangkat, penumpang dapat menjaga perjalanan tetap nyaman sejak langkah pertama di bandara.
