Navaswara.com – Setelah tiga bulan digembleng dalam kerasnya Sistem Stanislavski yang legendaris, para peserta Kelas Akting Salihara siap naik panggung. Komunitas Salihara menggelar hajatan akbar bertajuk “Pentas Kelas Akting Salihara”, sebuah ajang “pembuktian” yang mempersembahkan dua lakon mendalam. Pementasan ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, namun juga etalase ilmu keaktoran tanpa memandang latar belakang peserta.
Dua tingkat kelas, dua fokus yang berbeda, namun sama-sama menghadirkan kisah yang menyentuh. Lakon bertajuk “Rumah dan Suara-Suaranya” akan dibawakan oleh peserta Kelas Akting Tingkat 1. Sementara, Tingkat 2 mengusung tema “Refleksi”.
Menariknya, pentas ini dibesut langsung oleh maestro teater, Rukman Rosadi, yang juga menjadi pengampu utama Kelas Akting ini.
Menurut Hendromasto Prasetyo, Kurator Teater Komunitas Salihara, tujuan kelas ini jauh melampaui panggung. “Kita percaya seni peran tidak hanya berguna bagi para aktor di panggung atau di depan kamera, tetapi juga bisa untuk keseharian. Jadi hadirnya kelas ini adalah untuk mereka bisa mendalami dan mengimplementasikannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” tegas Hendromasto.
Rukman Rosadi, yang akrab disapa Rosa, menjelaskan dinamika tahun ini sangat berbeda. Tingkat 1 fokus pada isu yang paling dekat dengan keseharian: Rumah.
“Di tahun ini para peserta banyak bercerita tentang rumah. Pertunjukan ini menjadi gambaran akan memori kolektif setiap peserta dalam memaknai ‘rumah’ sesuai dengan suara-suara yang mereka tangkap,” ujar Rosa. Lakon “Rumah dan Suara-Suaranya” ini menjadi jalinan antara yang indah-suram, bahagia-pedih, memiliki-kehilangan, ataupun pulang-singgah.
Sementara, Kelas Tingkat 2 mengusung tema yang lebih filosofis, “Refleksi”. Lakon ini akan mempertanyakan kembali makna kebahagiaan. “Di tingkat dua kita membicarakan mengenai refleksi, seperti apakah kita perlu membuat checklist dalam hidup. Menariknya, di tingkat dua tahun ini kita membuat naskah sendiri dan aktor dibebaskan untuk memilih peran yang mereka inginkan atau saya sebut dengan obsesi peran,” lanjut Rosa.
Lakon “Refleksi” berkisah tentang dua perempuan yang bertemu di sesi terapi. Perbincangan mereka yang awalnya dingin membongkar segudang rahasia kesepian, duka, dan luka milik diri dan klien, mempertanyakan kembali makna kebahagiaan sejati.
Aktor Bintang di Balik Panggung Salihara
Pementasan ini menjanjikan sudut pandang baru dalam memaknai seni peran, mulai dari panggung domestik yang intim hingga pencarian jati diri yang filosofis. Jangan lewatkan penampilan memikat dari para penampil berbakat, termasuk nama-nama yang sudah dikenal publik.
Di Tingkat 1, ada Clara Bernadeth, Sahila Hisyam, dan Milla Hidayat. Sementara Tingkat 2 akan diperkuat oleh Nurfizny Ramdhani & Sarah Azka Isrinadi.
