Lukisan Frida Kahlo “El sueño” Pecah Rekor, Terjual Rp 910 Miliar di Sotheby’s

Navaswara.com – Nama Frida Kahlo kembali mengukir rekor. Lukisan potret dirinya yang berjudul El sueño (La cama) atau dalam terjemahan harfiahnya, Mimpi (Tempat Tidur), baru saja menemukan pemilik baru dalam sebuah lelang akbar di balai lelang Sotheby’s New York.

Angka transaksinya? Fantastis sebesar Rp910 miliar.

Dengan capaian ini, El sueño (La cama) kini resmi menyandang predikat sebagai karya termahal yang pernah dilelang, baik oleh seniman perempuan di balai lelang manapun, maupun oleh seniman Amerika Latin secara keseluruhan. Lukisan itu secara telak melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh karya maestro Amerika, Georgia O’Keeffe, yang pada tahun 2014 terjual dengan nilai sekitar Rp742 miliar.

Lukisan ini sendiri adalah representasi visual dari pergulatan batin Kahlo. Ia digambarkan terbaring di atas ranjang kayu bergaya kolonial yang anehnya terlihat melayang di antara gumpalan awan. Kahlo terbungkus selimut keemasan, tubuhnya dijerat jalinan tanaman merambat dan dedaunan.

Namun, di atasnya, ada sosok yang mengerikan sekaligus puitis, sesosok kerangka yang terbalut lilitan dinamit, menjadi simbol kematian dan bahaya yang senantiasa mengintai.

Perjalanan di Balik Cermin dan Nilai Pasar

Kisah Kahlo dan rekor lelang bukanlah barang baru. Tiga tahun sebelumnya, pada tahun 2021, lukisannya yang berjudul Diego and I, potret diri yang menampilkan wajah suaminya, muralis kenamaan Diego Rivera, tersemat di dahi Kahlo telah terjual seharga Rp583 miliar. Dua kali pencapaian triliunan rupiah ini menegaskan posisi Kahlo sebagai ikon yang valuasinya terus menanjak tajam di kancah seni internasional.

Valuasi selangit ini juga didukung oleh kelangkaannya. Lukisan potret diri Kahlo yang masih berada di tangan kolektor pribadi di luar Meksiko terhitung sangat sedikit.

Hal ini bukan kebetulan. Otoritas Meksiko memiliki peraturan ketat yang menetapkan lukisan Kahlo sebagai aset budaya nasional, melarangnya diperjual-belikan secara bebas, termasuk larangan menjualnya ke luar negeri atau memusnahkannya. Lukisan El sueño (La cama) yang baru saja terjual ini sendiri diketahui berasal dari seorang kolektor pribadi yang, meski namanya masih dirahasiakan, secara hukum memiliki legalitas untuk melelangnya.

Tempat Tidur sebagai Jembatan Dunia

Karya-karya Frida Kahlo selalu bersifat autobiographical yang brutal dan jujur, lahir dari penderitaan fisik yang tak terhindarkan. Kehidupan Kahlo tergoncang hebat setelah kecelakaan bus pada usia 18 tahun, yang merusak tulang belakang dan panggulnya secara permanen.

Ia mulai melukis saat terbaring tak berdaya di tempat tidur, menjalani serangkaian operasi yang menyakitkan. Bahkan hingga akhir hayatnya pada tahun 1954 di usia 47 tahun, Kahlo sering kali harus mengenakan gips.

Dalam tahun-tahun yang dihabiskan di atas ranjang, Kahlo mulai memandang tempat tidur bukan hanya sebagai tempat istirahat, melainkan sebagai jembatan antar dunia. Di atas ranjang itu, ia menjelajahi alam fana, menjadikannya kanvas bagi eksplorasi tanpa ampun terhadap rasa sakit, cinta, dan kematian. El sueño (La cama) adalah perwujudan puitis dari eksplorasi tersebut, yang kini dihargai nyaris satu triliun rupiah di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *