Navaswara.com – Akses terhadap layanan kesehatan berteknologi tinggi di daerah kerap menjadi tantangan besar di Indonesia. Kini, masyarakat Kabupaten Kediri dan sekitarnya memiliki harapan baru setelah fasilitas image-guided therapy (IGT) atau Cath Lab pertama resmi terpasang di RSUD Kabupaten Kediri.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS) Kementerian Kesehatan yang bertujuan memperkuat sistem rujukan nasional. Dengan Cath Lab ini, rumah sakit daerah diharapkan mampu menangani kasus jantung, stroke, dan kanker dengan prosedur minimal invasif yang lebih cepat dan aman.
Direktur RSUD Kabupaten Kediri, dr. R. Gatut Rahardjo, Sp.An., menyebut instalasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas layanan kesehatan spesialistik di wilayahnya. “Kami sedang menyelesaikan sejumlah prosedur agar alat ini segera dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama antara Philips dan Kementerian Kesehatan ini merupakan bagian dari kesepakatan nasional untuk menghadirkan sistem image-guided therapy di 38 provinsi. “Dengan mengurangi hambatan akses, kita dapat meningkatkan hasil perawatan bagi pasien sekaligus mendorong kesetaraan layanan kesehatan,” kata Bert Van Meurs, Executive Vice President dan Chief Business Leader for Image-Guided Therapy Philips.

Setelah Kediri, Philips berencana melanjutkan instalasi Cath Lab di beberapa provinsi lain seperti Kalimantan Tengah dan Sumatera Barat pada akhir 2025. Perusahaan juga akan memberikan pelatihan bagi tenaga medis setempat guna memperkuat kapasitas lokal dan memastikan keberlanjutan operasional alat tersebut.
Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti, menilai inisiatif ini sebagai bagian dari upaya panjang membangun sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif. “Pendekatan kami menggabungkan teknologi dengan pelatihan terstruktur agar rumah sakit daerah dapat memberikan layanan yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Proyek ini dilaksanakan melalui skema Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dalam kerangka IHSS, yang diperoleh Philips lewat tender internasional. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan meningkatnya kasus penyakit tidak menular, pemerataan akses layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.
