Navaswara.com — Babak semifinal Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat resmi digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/08/2026).
Ajang yang mengangkat kekayaan cerita rakyat dan budaya ini mempertemukan 40 pendongeng terbaik dari berbagai wilayah Jawa Barat untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghidupkan cerita di hadapan publik.
Ke-40 peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari 1.120 peserta yang mengikuti rangkaian festival. Mereka berasal dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat dan bersaing dalam empat kategori berdasarkan jenjang serta latar belakang peserta.
Kategori Benih Nusantara diperuntukkan bagi peserta jenjang SD/MI, Tunas Nusantara (SMP/MTs) , Kuntum Nusantara (SMA/SMK/MA) , sedangkan Ranting Nusantara (mahasiswa, guru, dan masyarakat umum).
Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival ini.
“Pertama, izinkan saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan dukungan dan membantu menyukseskan penyelenggaraan festival ini.”
Cahaya juga mengungkapkan rasa haru melihat perjalanan para peserta hingga mencapai babak semifinal. Dari ribuan peserta yang mengikuti festival di seluruh Jawa Barat, kini hanya tersisa 40 pendongeng terbaik.
“Kalau boleh jujur saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama.
Kalau kalian ada di sini hari ini sebagai peserta, itu artinya kalian sudah istimewa. Mau nanti lolos ke final atau tidak, kalian sudah membuktikan setidaknya kepada diri sendiri kalau kalian itu luar biasa,” lanjutnya.
Festival Suara Nusantara 2026 mengusung tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan”. Tema tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap perubahan kebiasaan anak-anak dan generasi muda di tengah perkembangan teknologi.
Mereka semakin banyak waktu dihabiskan bersama gawai, sementara kebiasaan membaca, kemampuan berbicara, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan di depan umum dinilai mulai berkurang.
Kondisi itulah yang kemudian mendorong Cahaya Manthovani menggagas Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk mengasah kemampuan mendongeng, tapi juga kembali berinteraksi dengan cerita rakyat yang menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Selain memberikan dukungan untuk para peserta, dalam kalimat sambutannya, Cahaya juga memberikan sejumlah tips untuk menjadi seorang juara.
Pertama, jangan biarkan pikiran negatif menguasai dan percaya pada diri sendiri. Kedua, ia menegaskan bahwa kita harus berkenalan dengan peserta lain agar tidak merasa tegang.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjalin koneksi selebar-lebarnya, karena yang hadir di sini datang dari berbagai daerah. Ia menjelaskan, “Bisa jadi, pertemanan yang kalian bangun hari ini akan menjadi bagian dari perjalanan kalian ke depan.
Ketiga, tetap rendah hati. Dari pengalaman saya sendiri, begitu kita merasa paling hebat, di situlah biasanya kita mulai kalah. Dan yang terakhir jadilah versi diri kalian yang paling berani hari ini,” tandasnya.
Melalui Suara Nusantara 2026, cerita rakyat tidak berhenti sebagai kisah yang diceritakan kembali. Di tangan generasi muda, legenda dan tradisi tersebut diharapkan dapat terus hidup sekaligus menanamkan nilai budaya, karakter, keberanian, dan rasa memiliki terhadap identitas bangsa.
Dari sebuah panggung mendongeng, Suara Nusantara ingin memastikan suara cerita dari masa lalu tetap terdengar dan mampu menginspirasi generasi masa depan.
