Navaswara.com — Di tengah bentang alam Kabupaten Bogor yang dipenuhi perbukitan dan aliran sungai, masih terdapat sejumlah destinasi tersembunyi yang begitu indah.
Salah satunya adalah Leuwi Batok, wisata alam yang berada di Kampung Cibeureum, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat. Berada di kawasan perbukitan dan belum terlalu banyak dikenal wisatawan, tempat ini menghadirkan pengalaman menikmati alam dengan suasana yang masih terasa alami.
Daya tarik utama Leuwi Batok terletak pada kolamnya yang berwarna hijau kebiruan yang terbentuk dari aliran air terjun. Airnya dikenal sangat jernih sehingga bebatuan di dasar kolam dapat terlihat dengan jelas.
Di bagian atasnya terdapat dua aliran air yang mengalir berdampingan dan dipisahkan oleh batu-batu berukuran besar. Bentuk aliran tersebut membuat Leuwi Batok memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sejumlah curug lain di Bogor.
Kolam alami di bawah aliran air terjun memiliki kedalaman sekitar dua hingga tiga meter. Aliran air yang terus bergerak membuat suasananya terasa menyegarkan, terutama ketika kita datang setelah menempuh perjalanan trekking.
Air yang jernih dan lanskap bebatuan di sekitarnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin bermain air atau sekadar menikmati suasana.
Keberadaan Leuwi Batok yang cukup tersembunyi justru menjadi bagian dari daya tariknya. Pepohonan hijau, udara sejuk, suara aliran air, serta aroma tanah dan hutan membuat perjalanan menuju lokasi ini terasa seperti kesempatan berbeda.
Namun, keindahan tersebut harus dibayar dengan perjalanan yang tidak sepenuhnya mudah. Akses menuju Leuwi Batok mengharuskan pengunjung melewati jalur trekking yang masih alami.
Beberapa bagian jalurnya cukup terjal, licin, dan memiliki percabangan. Dari kawasan Curug Cibaliung, perjalanan menuju Leuwi Batok dapat ditempuh sekitar 15–20 menit.
Mengingat beratnya medan yang dilewati, persiapan menjadi hal penting sebelum berangkat. Alas kaki yang memiliki daya cengkeram baik, seperti sandal atau sepatu khusus trekking, lebih disarankan untuk menghadapi medan yang licin dan berbatu.
Kita juga bisa memanfaatkan bantuan pemandu lokal apabila belum memahami jalur menuju lokasi. Penggunaan kendaraan pribadi juga lebih dianjurkan karena di kawasan tersebut akses angkutan umum terbilang sangat terbatas.

