Navaswara.com — Di kawasan Bandung Selatan, terdapat sebuah destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda. Inilah Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas, sebuah kawasan wisata di Ciwidey yang memadukan keindahan hutan, hamparan padang rumput, udara pegunungan yang sejuk, hingga pengalaman berkemah di alam terbuka.
Berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas kurang lebih 215 hektare, Ranca Upas dikelilingi hutan lindung yang membuatnya memiliki suasana yang masih terasa alami. Pepohonan seperti huru, hamirug, jamuju, kihujan, kitambang, kurai, pasang, dan puspa tumbuh di kawasan sekitarnya.
Nama Ranca Upas sendiri memiliki kisah yang menarik. Dalam bahasa Sunda, “ranca” berarti rawa. Sementara, istilah “upas” memiliki beberapa versi dalam cerita mengenai asal-usul kawasan tersebut. Salah satu penjelasan menyebut upas sebagai nama pohon beracun yang dahulu tumbuh di kawasan ini.
Pengelolaan kawasan ini membuat Ranca Upas dikenal sebagai tempat untuk menikmati alam dengan berbagai aktivitas, terutama berkemah. Hamparan area hijau yang luas menjadi tempat yang menyenangkan untuk mendirikan tenda.
Salah satu pengalaman yang membuat Ranca Upas begitu istimewa adalah keberadaan penangkaran rusa. Di sana, kita bisa melihat rusa dari dekat, bahkan berinteraksi dan memberi makan satwa tersebut.
Keindahan Ranca Upas juga tidak berhenti pada pemandangan alamnya. Kawasan ini juga menawarkan berbagai aktivitas seru bagi wisatawan. Kita bisa mencoba ATV, berkuda, panahan, paintball, hingga trekking di kawasan hutan.
Bagi mereka yang ingin bersantai setelah melakukan aktivitas, terdapat kolam air panas dan fasilitas onsen. Tersedia pula area petik stroberi yang menambah pilihan kegiatan selama berada di kawasan wisata ini.
Suasana malam di Ranca Upas pun memberikan pengalaman yang berbeda. Suhu di dataran tinggi dapat terasa sangat dingin, terutama ketika malam dan dini hari. Oleh karena itu, pengalaman berkemah di sini bukan sekadar tidur di dalam tenda, tapi juga kesempatan untuk benar-benar merasakan atmosfer pegunungan.
Menikmati makanan hangat, berbincang di sekitar tenda, kemudian bangun pada pagi hari dengan udara segar menjadi pengalaman sederhana yang sulit didapatkan di tengah kota.

