Navaswara.com – Cara generasi muda memandang fashion terus berubah. Fashion tidak lagi hanya berbicara tentang tren pakaian atau merek yang dikenakan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup yang menyatu dengan musik, olahraga, seni, dan komunitas. Dari ruang-ruang kreatif itulah lahir berbagai ide baru yang membentuk identitas sekaligus membuka peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang.
Semangat tersebut menjadi napas utama BRImo CODE.STRT 2026, salah satu agenda unggulan dalam rangkaian BRI JF3 Fashion Festival 2026. Selama sebelas hari, mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, kawasan Summarecon Mall Serpong (SMS) disulap menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif, komunitas, hingga masyarakat yang ingin merasakan langsung denyut budaya urban masa kini.
Lebih dari sekadar pameran fashion, BRImo CODE.STRT menghadirkan pengalaman yang memadukan streetwear, sneakers, musik, olahraga, seni, kuliner, hingga aktivitas komunitas dalam satu festival yang hidup.
Tahun ini, BRImo CODE.STRT mengusung tema visual Pop Retro, menghadirkan nuansa yang lebih segar tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai ruang bertemunya berbagai elemen budaya urban yang tumbuh bersama generasi muda.
Advisor JF3, Thresia Mareta, mengatakan bahwa perkembangan fashion saat ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai budaya yang berkembang di sekitarnya.
“Fashion hari ini tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh bersama musik, olahraga, komunitas, seni, dan berbagai bentuk budaya urban yang ada di sekitar kita. Semua saling memengaruhi dan melahirkan cara baru bagi generasi muda untuk berekspresi. Melalui BRImo CODE.STRT, kami ingin membuka ruang bagi pertemuan itu, agar berbagai komunitas, kreativitas, dan kemungkinan baru dapat tumbuh bersama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut tercermin dari konsep festival yang menghadirkan lebih dari 50 brand dan tenant terkurasi. Pengunjung dapat menemukan beragam produk fashion, sneakers, streetwear, tas, aksesori, parfum, art & hobbies, toys, tattoo, hingga beragam pilihan kuliner.
Nama-nama brand lokal seperti Cosmonaut, Denim It Up, Found Object Market, Common Goods, Addictive, BNS Hype, Everglade, PortoX, LO Denim, On Point Streetwear, Untold, Bro.do, RNB Studios, Panama, dan Napoleon hadir berdampingan dengan sejumlah brand internasional seperti CAT, Holoholo, serta Ergofit yang membawa produk Altafift dan Spenco.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki ruang yang semakin luas untuk bertemu dengan pasar, komunitas, dan kolaborasi lintas sektor.
Area festival pun dirancang menjadi beberapa zona pengalaman. Di Tenants Corridor SMS 2, pengunjung dapat menjelajahi berbagai produk fashion, parfum, hobi, hingga kuliner. Basket Area di Atrium Forum menghadirkan aktivitas olahraga, pertandingan ekshibisi IBL Stars, hingga panggung musik. Sementara Skate Area di Unity Stage menjadi rumah bagi komunitas skateboard melalui kompetisi, demo, hingga sesi latihan terbuka.
Tak hanya itu, BRImo CODE.STRT juga menghadirkan area Matcha & Bites, sebuah kawasan kuliner yang menawarkan pengalaman bersantai dengan pilihan minuman matcha, kopi, dessert, dan makanan ringan dari tenant seperti Hvala, Matchaya, Grace Patisserie, Amato, Brownielab, serta Golden Black Coffee.
Menurut Chairman JF3, Soegianto Nagaria, pusat perbelanjaan kini telah berkembang menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai komunitas kreatif.
“Peran mal terus berkembang. Hari ini, mal juga menjadi tempat bertemunya komunitas, pelaku kreatif, brand, dan masyarakat. Melalui BRImo CODE.STRT 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi brand lokal dan talenta kreatif untuk berkembang, bertemu dengan komunitasnya, dan menjangkau publik yang lebih luas,” ungkapnya.
Semangat kolaborasi itu semakin terasa melalui beragam kegiatan komunitas yang berlangsung setiap hari. Mulai dari On Fire x CIDC Street Dance Competition, 3×3 Basketball Activations, IBL Stars Exhibition Games, Skate & Style, hingga Roller Squad Demo menjadi bukti bahwa kreativitas tumbuh dari interaksi antarkomunitas.
Pada 2 Agustus 2026, pengunjung juga dapat mengikuti Papi Mami Basketball Class bersama Opa Basket (Opa Tikky), Rocky Padila, dan Coach Onach, serta bertemu langsung dengan atlet basket nasional Kiera Hadinoto.
Di sisi lain, kawasan skateboard menghadirkan pengalaman yang tidak hanya diperuntukkan bagi atlet profesional, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum. Mulai dari skateboard free trial, board painting, fashion trunk, public skate, hingga Kids Skateboard Competition memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk mengenal budaya skate secara lebih dekat.
Festival ini juga menghadirkan hiburan musik yang memperkuat tema Pop Retro. Wijaya 80s dijadwalkan tampil pada 31 Juli 2026, sementara Diskopantera akan menghibur pengunjung pada 8 Agustus 2026. Kehadiran kedua grup tersebut menghadirkan nuansa nostalgia yang berpadu dengan semangat budaya urban masa kini.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung, BRImo CODE.STRT menghadirkan program Lucky Drop. Setiap transaksi minimal Rp500.000 di tenant festival memberikan kesempatan mengikuti Gacha Drop dengan hadiah voucher belanja senilai Rp20.000 hingga Rp50.000 selama acara berlangsung.
Lebih dari sekadar festival, BRImo CODE.STRT menjadi gambaran bagaimana industri fashion Indonesia terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Fashion kini berkembang bersama musik, olahraga, komunitas, teknologi, hingga gaya hidup yang semakin dinamis.
Di ruang inilah lahir berbagai kolaborasi baru. Brand bertemu kreator, komunitas menemukan panggungnya, sementara generasi muda memperoleh ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun jejaring yang lebih luas.
Melalui BRImo CODE.STRT 2026, JF3 kembali menegaskan bahwa masa depan industri fashion Indonesia tidak hanya ditentukan oleh karya di atas runway, tetapi juga oleh ekosistem kreatif yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika kreativitas diberi ruang untuk berkembang, maka lahirlah inovasi yang bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menciptakan arah baru bagi industri kreatif nasional.

