Lawan “Fast Fashion”, Mahasiswi UNS Sulap Limbah Denim Jadi Baju “Upcycle”

Navaswara.com — Limbah industri fesyen akibat tren fast fashion terus menjadi masalah lingkungan yang mengkhawatirkan. Merespons kondisi tersebut, mahasiswi Desain Mode Universitas Sebelas Maret (UNS) Mufida Khairul Muna bersama timnya menginisiasi VersaLayer, sebuah jenama fesyen yang mendaur ulang limbah denim.

Berdiri sejak Mei 2025, VersaLayer berangkat dari keresahan Mufida terhadap perilaku konsumtif generasi Z dalam membeli pakaian. Sebagai pelaku di industri mode, ia melihat langsung dampak buruk perputaran tren pakaian yang terlalu cepat.

“Di era sekarang, masalah utama adalah sampah dari fast fashion. Apalagi Gen Z sering mengikuti tren. Jika ada baju viral, langsung ingin beli,” ungkap Mufida.

Untuk menekan tumpukan sampah kain, VersaLayer menerapkan konsep upcycle dengan fokus pada material jeans. Bahan ini dipilih karena karakteristiknya yang kuat namun sangat sulit terurai secara alami. Tim VersaLayer mengumpulkan potongan denim tak layak pakai dari sejumlah mitra untuk dipilah dan dijahit kembali menjadi busana baru.

Proses pengerjaan manual ini membuat setiap pakaian yang diproduksi memiliki karakter potongan yang berbeda dan tidak seragam. Ketidakseragaman inilah yang justru menjadi identitas utama produk VersaLayer.

Perluas Pasar Sekaligus Edukasi Konsumen

Pengembangan bisnis VersaLayer bermula dari keikutsertaan mereka dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS. Produk hasil daur ulang ini kini telah dipasarkan secara digital melalui platform Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia.

VersaLayer turut merambah ekosistem pasar yang lebih luas melalui partisipasi di Solo Art Market serta program Campuspreneur yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. Kehadiran di berbagai pameran dimanfaatkan oleh Mufida dan timnya untuk mengedukasi konsumen secara langsung mengenai nilai keberlanjutan di balik setiap karya daur ulang mereka.

Mufida mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak lingkungan dari industri fesyen masih menjadi tantangan.

“Masih banyak orang yang belum paham dampak lingkungan dari kain yang kita pakai. Harapannya, produk kami bisa lebih dikenal karena tetap memperhatikan dampak lingkungan dan pengelolaan limbahnya,” tambahnya.

Langkah Mufida bersama VersaLayer menjadi representasi wirausaha muda yang berhasil memadukan inovasi bisnis dengan tanggung jawab nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *