Mendes Yandri: Program Jaga Desa Lindungi Kepala Desa dan Perkuat Tata Kelola

Navaswara.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut program Jaksa Garda Desa atau JaGa Desa mampu memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan dana desa.

Program ini merupakan kolaborasi antara Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa PDT.

“JaGa Desa menjadi langkah penting dalam memberikan pendampingan dan perlindungan bagi kepala desa. Sistemnya baik, digitalisasinya luar biasa, dan respons para kepala desa sangat positif,” ujar Yandri kepada Navaswara di sela acara ABPEDNAS JaGa Desa Awards 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (19/04).

Ia menjelaskan, sejak awal diluncurkan, kerja sama antara pemerintah dan aparat penegak hukum dalam program tersebut berjalan solid.

“Kami sejak awal menandatangani kerja sama bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin. Saya juga sering turun langsung bersama Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani yang menangani program ini,” katanya.

Menurut Yandri, kehadiran JaGa Desa membuat kepala desa lebih tenang dalam menjalankan tugas karena mendapat pendampingan dalam pengelolaan dana desa.

“Para kepala desa sekarang merasa lebih terlindungi dan bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengawasan dalam program ini tidak bertujuan menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk pembinaan.

“Kalau hanya persoalan administrasi atau tata kelola yang belum rapi, itu bisa dibina, bukan langsung dipidana,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Yandri, akan terus mengawasi seluruh desa di Indonesia agar tidak terjadi penyimpangan dana desa.

“Secara umum semua desa menjadi perhatian kita agar tidak ada penyimpangan dana desa,” ujarnya.

Berdasarkan evaluasi selama satu dekade terakhir, masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan pembenahan, terutama dalam aspek administrasi dan tata kelola, seperti di Papua.

“Kalau dilihat dari audit 10 tahun terakhir, yang masih perlu banyak perbaikan adalah administrasi di desa-desa tertinggal, terutama di Papua,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut perkembangan di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara, menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Perkembangannya sudah sangat bagus, tapi tetap akan kita kawal dan dampingi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Yandri mengapresiasi penyelenggaraan ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 dan berharap praktik tata kelola desa yang baik dapat menjadi contoh bagi desa lain di seluruh Indonesia.

“Program JaGa Desa diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa lainnya sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Naskah: Ulfa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *