Ikon Kebanggaan dari Pulau Dewata, Keramik Jenggala Dikenal Hingga ke Kerajaan Arab Saudi

Navaswara.com – Siapa sangka keramik cantik yang sering terlihat di hotel bintang lima atau restoran mewah punya cerita yang begitu inspiratif? Di balik indahnya piring dan gelas estetik itu, ada sosok Ade Waworuntu yang berhasil membawa brand lokal Bali bernama Jenggala terbang tinggi ke kancah internasional.

Industri kreatif Indonesia selalu punya cerita magis yang mampu menembus sekat-sekat negara melalui keindahan karya tangan para perajinnya. Salah satu permata dari Pulau Dewata yang terus bersinar di panggung internasional adalah Jenggala, sebuah merek keramik legendaris yang memadukan kehangatan budaya Bali dengan estetika modern yang elegan. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting seorang perempuan visioner yang berhasil menyulap bengkel keramik sederhana menjadi ikon gaya hidup premium yang diakui dunia.

Simak 7 fakta menarik tentang perjalanan Ade Waworuntu dan keramik Jenggala yang bikin bangga Indonesia

1. Berawal dari Studio Kecil di Belakang Rumah

Jenggala tidak langsung besar seperti sekarang. Bisnis ini dimulai pada tahun 1976 sebagai studio keramik mungil di belakang rumah keluarga Waworuntu di Sanur, Bali. Awalnya, studio ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan alat makan di hotel milik keluarga, yaitu Hotel Tandjung Sari.

2. Sosok “Ratu Keramik Bali” di Balik Layar

Ade Waworuntu adalah putri dari Wija Waworuntu, salah satu pendiri Jenggala. Ade dikenal sebagai penggerak utama yang berhasil mengubah bengkel rumahan menjadi merek global. Berkat kegigihannya, ia bahkan dijuluki sebagai “Ratu Keramik Bali” oleh banyak kalangan.

3. Nama yang Diambil dari Kerajaan Kuno

Nama “Jenggala” ternyata punya makna sejarah tersendiri. Nama ini diambil dari Kerajaan Jenggala, sebuah kerajaan kuno yang pernah berkuasa di wilayah Jawa Timur. Pemilihan nama ini seolah menjadi doa agar brand ini punya kekuatan dan pengaruh yang besar.

4. Menjadi Langganan Kerajaan Arab Saudi hingga KTT G20

Kualitas Jenggala memang tidak main-main. Produk mereka pernah dipesan khusus oleh keluarga kerajaan di Arab Saudi. Selain itu, saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu, Jenggala dipercaya untuk menyediakan peralatan makan bagi para pemimpin dunia yang hadir.

5. Paduan Desain Modern dan Sentuhan Tropis

Apa yang bikin Jenggala beda dari keramik lainnya? Jawabannya ada pada desainnya. Jenggala sangat piawai memadukan bentuk-bentuk elegan dengan warna-warna tropis khas Indonesia. Setiap karyanya bukan sekadar alat makan biasa, tapi juga karya seni yang punya identitas budaya Bali yang kuat.

6. Bertahan dan Bangkit dari Masa Krisis

Perjalanan Ade membesarkan Jenggala tidak selalu mulus. Ia sempat melewati masa-masa berat saat terjadi krisis ekonomi. Namun, dengan prinsip bahwa kualitas dan kepercayaan pelanggan adalah fondasi utama, Ade berhasil membawa Jenggala tetap tegak berdiri hingga ekspornya menembus pasar Amerika, Jepang, hingga Eropa.

7. Bisa Belajar Bikin Keramik Sendiri di Jimbaran

Bagi para pelancong yang berwisata ke Bali, Jenggala di Jimbaran bukan sekadar toko. Di sana ada program seru bernama “Paint-a-Pot” dan “Make-a-Pot”. Pengunjung bisa merasakan langsung pengalaman membentuk atau mengecat keramik sendiri. Sangat menarik untuk dijadikan destinasi wisata edukasi

“Kreativitas kami datang dari kepala, tapi selesai di tangan para perajin kami. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari cerita Jenggala,” ujar Ade Waworuntu.

Itulah potret perjalanan luar biasa Ade Waworuntu dan Jenggala. Bukti nyata bahwa produk lokal dengan sentuhan budaya yang kuat bisa bersaing dan diakui oleh dunia. Produk Jenggala mana yang paling menarik untuk dikoleksi di rumah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *