Pameran Raung Maung #2 Hadirkan Karya 14 Seniman di Babakan Siliwangi

Navaswara.com — Pameran seni rupa bertajuk “Raung Maung #2” menjadi penanda kembalinya semangat kolektif seni rupa di Babakan Siliwangi, Bandung, setelah vakum selama 10 tahun.

Menghadirkan karya dari 14 seniman, pameran ini berlangsung di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi, Jalan Siliwangi, Bandung, pada 28 Oktober hingga 8 November 2026.

Agenda ini merupakan edisi kedua dari pameran bertajuk “Maung” yang pertama kali digelar di Griya Seni Popo Iskandar, Bandung, pada 2016 lalu.

Pada edisi kedua ini, sebanyak 14 seniman menghadirkan beragam interpretasi tentang harimau melalui berbagai medium.

Salah satunya adalah Arief Yuliarso Caturputra dengan lukisan berjudul “Maung Triple Visual”. Menggunakan cat minyak di atas kanvas, ia menampilkan tiga wajah harimau dengan ekspresi dan karakter berbeda.

Di sudut lain, terdapat karya Asayani berjudul “Cakar di Balik Belukar”. Melalui teknik batik pada kain katun dan sutra organdi, ia menggambarkan hubungan antara harimau dengan habitat serta kemampuan kamuflasenya.

Lebih dari sekadar menampilkan keindahan karya seni, pameran ini juga membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Kata “Maung” yang merujuk pada harimau Sunda atau Jawa juga menjadi pengingat atas kepunahan satwa akibat kerusakan habitat, perburuan liar, dan eksploitasi alam.

Melalui gelaran bertajuk “Raung” ini para seniman mengajak kita untuk kembali peka terhadap persoalan di sekitar.

Pameran ini seolah menegaskan bahwa seni dapat menjadi ruang untuk menyuarakan kegelisahan, membangun kesadaran, dan mendorong keberanian dalam menjaga kehidupan.