Navaswara.com — Mengelola uang tidak selalu mudah, terutama ketika pendapatan harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pribadi, membantu keluarga, dan menyiapkan masa depan. Setiap orang memiliki kondisi finansial berbeda, sehingga cara mengatur uang pun tidak bisa disamakan.
Beragam tantangan dalam mengelola keuangan sehari-hari diangkat dalam buku antologi Dear Money, We Need to Talk yang diperkenalkan PT Bank Digital BCA (BCA Digital) di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta. Buku ini memuat 50 artikel jurnalistik pilihan yang mengulas pengalaman masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan finansial.
Karya tersebut dipilih melalui proses kurasi bersama pakar keuangan dari 118 artikel yang ditulis jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Peluncurannya menjadi bagian dari program bluAcademy, inisiatif edukasi keuangan BCA Digital, sekaligus menandai pencapaian rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Buku Literasi Keuangan Karya Jurnalis Terbanyak”.
Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, mengatakan bahwa setiap orang memiliki persoalan dan kemampuan finansial yang berbeda. Karena itu, pemahaman tentang uang perlu disesuaikan dengan kebutuhan, pendapatan, dan keputusan yang dihadapi masing-masing individu.
“Setiap orang punya formula-formula yang berbeda dengan masalahnya masing-masing, dengan income-nya masing-masing. Semangat inklusi keuangan ini tidak hanya menyediakan tools, tetapi juga edukasi tentang bagaimana layanan dan fasilitas keuangan itu dapat dimanfaatkan,” ujar Lanny.

Membaca persoalan finansial lewat pengalaman sehari-hari
Buku Dear Money, We Need to Talk mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari upaya memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan anggaran bersama pasangan sebelum menikah, hingga pentingnya menyiapkan dana darurat.
Topik-topik tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keuangan memiliki banyak sisi. Seseorang mungkin sedang berusaha membangun tabungan, sementara orang lain perlu membagi penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga dan membantu orang tua.
Ada pula tantangan menjaga pengeluaran agar tetap terkendali tanpa menghilangkan kesempatan menikmati masa muda. Memahami prioritas, mengenali kemampuan finansial, dan menyiapkan dana untuk kebutuhan tak terduga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Melalui pendekatan berbasis cerita, persoalan keuangan dihadirkan dengan bahasa yang lebih dekat dengan pengalaman pembaca. Teori pengelolaan uang pun dapat dipahami melalui situasi yang nyata, termasuk ketika seseorang perlu menentukan kebutuhan yang harus didahulukan atau menyesuaikan rencana dengan penghasilan.
Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menilai karya jurnalistik dapat membantu menjembatani pengetahuan keuangan dengan kehidupan masyarakat.
“Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran,” kata Duardi.
Selain Duardi, peluncuran buku tersebut turut dihadiri Aditya Wahyu Windarwo, Director of Business BCA Digital, serta Rudini Triyadi, Head of Brand Experience & Community BCA Digital.
Menjembatani akses dan pemahaman keuangan
Kebutuhan akan edukasi keuangan juga berkaitan dengan kesenjangan antara akses dan pemahaman masyarakat. Data yang dikutip BCA Digital menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.
Selisih 24,04 poin persentase tersebut menggambarkan pentingnya pemahaman saat masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan. Kemudahan membuka rekening atau melakukan transaksi digital perlu diiringi kemampuan mengenali risiko, mengatur pengeluaran, dan mengambil keputusan sesuai kondisi finansial.
Buku ini diluncurkan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK). BCA Digital menyiapkannya sebagai materi edukasi publik yang tidak diperjualbelikan, dengan sejumlah eksemplar diserahkan kepada Perpustakaan Habibie & Ainun untuk menjadi koleksi serta direncanakan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di Indonesia.
Masyarakat juga dapat mengakses versi digital buku tersebut secara gratis melalui situs resmi BCA Digital di https://bcadigital.co.id/.
Memahami keuangan pribadi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Mengenali pola pengeluaran, menyusun anggaran sesuai pendapatan, dan mempersiapkan kebutuhan mendatang dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang.

