APCQP Resmikan Headquarter Asia Pasifik di Jakarta, Perkuat Jejaring Kemanusiaan untuk Palestina

Navaswara.com – Jakarta menjadi titik temu puluhan lembaga filantropi, organisasi kemanusiaan, komunitas, dan pegiat solidaritas Palestina dari berbagai latar belakang. Mereka berkumpul untuk memperkuat koordinasi gerakan kemanusiaan bagi rakyat Palestina melalui Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).

APCQP secara resmi meluncurkan Headquarter Asia Pacific di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Jakarta, pada 31 Agustus 2026. Peresmian tersebut menjadi langkah penguatan jejaring lembaga dan komunitas di kawasan Asia Pasifik yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, filantropi, dan advokasi untuk Quds dan Palestina.

Acara tersebut dihadiri Presiden APCQP Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim serta sekitar 50 lembaga filantropi, organisasi kemanusiaan, komunitas, dan influencer yang selama ini aktif dalam gerakan solidaritas untuk Quds dan Palestina.

Sudarnoto mengatakan, keberadaan kantor pusat APCQP di Jakarta bukan sekadar pembukaan sebuah kantor, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan aksi kemanusiaan, edukasi, advokasi, dan diplomasi publik.

“Kita berkumpul hari ini bukan hanya untuk meresmikan kantor. Tapi untuk meneguhkan kembali bahwa Asia Pasifik tidak akan diam melihat ketidakadilan di Quds dan Palestina. Headquarter ini akan menjadi pusat koordinasi aksi nyata, edukasi, dan diplomasi kemanusiaan di kawasan,” ujar Sudarnoto.

Executive Director Headquarters Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine, H. Irvan Nugraha, S.H., M.M., mengatakan kawasan Asia Pasifik memiliki kekuatan besar untuk membangun gerakan kemanusiaan yang lebih terkoordinasi.

Menurut Irvan, cakupan gerakan tersebut membentang dari Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara hingga kawasan Pasifik yang mencakup puluhan negara dengan total populasi sekitar 4,4 hingga 4,5 miliar jiwa.

“Kehadiran kita hari ini merangkul kekuatan dari wilayah yang sangat luas. Di kawasan Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Pasifik yang mencakup puluhan negara berdaulat dengan total populasi mencapai sekitar 4,4 hingga 4,5 miliar jiwa, kita disatukan oleh sebuah panggilan kemanusiaan universal,” ujar Irvan.

Headquarter APCQP Asia Pacific akan menjalankan tiga fokus utama.

Pertama, koordinasi kemanusiaan melalui penghimpunan dan penyaluran bantuan dari lembaga filantropi di kawasan Asia Pasifik untuk kebutuhan mendesak di Gaza, Tepi Barat, dan Quds.

Kedua, advokasi dan diplomasi publik dengan membangun narasi mengenai Palestina melalui berbagai kanal, termasuk media, kampus, serta jejaring influencer.

Ketiga, penguatan jejaring dengan menjadikan APCQP sebagai ruang bersama bagi lebih dari 50 lembaga dan komunitas agar berbagai gerakan solidaritas dapat berjalan lebih sistematis dan memiliki dampak yang lebih luas.

Kehadiran para influencer dalam peluncuran tersebut juga menjadi bagian dari strategi APCQP untuk memperluas jangkauan pesan kemanusiaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

APCQP berencana menggandeng kreator konten untuk membantu menyebarkan informasi mengenai Palestina sekaligus memperluas dukungan publik terhadap agenda kemanusiaan.

Penguatan ruang digital dinilai menjadi penting karena isu kemanusiaan dan solidaritas Palestina tidak hanya berkembang melalui lembaga formal, tetapi juga melalui komunitas, media sosial, dan partisipasi generasi muda.

Dengan beroperasinya Headquarter Asia Pacific di Jakarta, APCQP berharap koordinasi antarorganisasi di kawasan dapat semakin terstruktur. Jejaring tersebut diarahkan untuk memperkuat aksi kemanusiaan sekaligus membangun ruang advokasi dan edukasi publik mengenai Quds dan Palestina.

Kehadiran APCQP juga menempatkan Jakarta sebagai salah satu simpul koordinasi gerakan kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan negara, koalisi tersebut ingin membangun jembatan solidaritas yang lebih luas antara masyarakat Asia Pasifik dengan rakyat Palestina.

Bagi APCQP, solidaritas bukan hanya tentang menyuarakan dukungan, tetapi juga membangun kerja bersama yang terukur melalui bantuan kemanusiaan, edukasi, advokasi, dan penguatan jejaring.

Ikuti terus perkembangan isu kemanusiaan, diplomasi publik, dan gerakan solidaritas masyarakat Asia Pasifik hanya di Navaswara.com.