Ketika Semangat Kemerdekaan Hadir dalam Kerja Nyata di Nagari Kumango

Navaswara.com – Suasana Nagari Kumango, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terasa berbeda ketika para relawan hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat. Di tengah semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah ruang publik, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan masyarakat disentuh melalui aksi nyata yang diarahkan untuk memberi manfaat jangka panjang.

Melalui program Relawan Bakti BUMN yang diinisiasi BP BUMN, Bank Mandiri mengerahkan relawan untuk memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Nagari Kumango pada 16-19 Agustus 2026. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Relawan Bakti BUMN yang digelar serentak di 11 titik di Indonesia.

Bank Mandiri dipercaya menjadi penanggung jawab pelaksanaan program di Nagari Kumango dengan fokus pada empat bidang, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

VP Corporate Social Responsibility Center Bank Mandiri Malhind Desianty mengatakan keterlibatan Bank Mandiri menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk menghadirkan manfaat langsung sekaligus memperkuat peran BUMN dalam pembangunan masyarakat.

“Relawan Bakti BUMN menjadi momentum untuk bergerak langsung bersama masyarakat, memahami kebutuhan di lapangan, dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata. Kami percaya pembangunan yang berkelanjutan dapat dibangun beriringan baik dari sisi ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan,” ujar Desianty dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Dorong Ekonomi Nagari

Nagari Kumango dipilih dengan mempertimbangkan potensi ekonomi dan karakter masyarakat yang kuat. Sebagian besar warga menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian, sementara adat dan budaya Minangkabau masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kumango juga dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan Silat Kumango, warisan budaya Minangkabau. Selain itu, terdapat potensi ekonomi melalui produk makanan tradisional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk memperkuat sektor ekonomi, Bank Mandiri memberikan dukungan sarana dan prasarana pertanian berupa mesin bajak, mesin perontok jagung, mesin perambah rumput, kultivator, kipas padi, serta terpal.

Dukungan juga diberikan melalui perbaikan jalan usaha tani sepanjang sekitar 800 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu memperlancar mobilitas petani sekaligus menunjang produktivitas kegiatan pertanian masyarakat.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya dilakukan melalui bantuan langsung, tetapi juga dengan memperkuat sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas produktif secara berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, Bank Mandiri melakukan revitalisasi fasilitas SDN 06 Kumango dan SDN 20 Kumango. Perbaikan mencakup pengecatan bangunan, plafon dan atap, toilet, pagar, ruang perpustakaan, mushala, hingga penyediaan meja dan kursi serta pojok baca.

Sebanyak 279 paket perlengkapan sekolah turut disalurkan untuk mendukung kebutuhan belajar para siswa.

Sementara pada bidang kesehatan, fasilitas Poskesri Nagari Kumango diperkuat melalui pembangunan pagar dan pengecatan serta penyediaan sejumlah peralatan kesehatan. Di antaranya tensi digital, timbangan bayi dan dewasa, alat pengukur tinggi badan, serta perangkat pemeriksaan GCU.

Dukungan kesehatan juga diwujudkan melalui 140 paket Balita Sehat dan 370 paket Lansia Sehat.

Bangun Kepedulian Lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian lain dari program tersebut. Bank Mandiri mendukung pembangunan Bank Sampah Nagari Kumango, termasuk penyediaan mesin pencacah sampah organik dan anorganik serta tempat sampah.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus menciptakan kesadaran lingkungan yang tumbuh dari tingkat nagari.

Bank Mandiri juga memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya melalui penyediaan matras dan pakaian Silat Kumango. Dukungan tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan menjaga warisan budaya Minangkabau.

Bukan Sekadar Bantuan

Desianty menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan. Ukuran penting lainnya adalah kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengembangkan dukungan tersebut setelah program selesai.

“Bagi kami, keberhasilan program bukan semata-mata diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari sejauh mana manfaat tersebut dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat. Karena itu, kami ingin setiap upaya yang dilakukan bersama relawan dan masyarakat Kumango menjadi bagian dari perubahan yang berkelanjutan,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Melalui Relawan Bakti BUMN, semangat kemerdekaan diterjemahkan ke dalam kerja bersama yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Keterlibatan Bank Mandiri juga menjadi bagian dari transformasi BUMN untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui program yang terintegrasi dan kolaboratif. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Bank Mandiri menyatakan akan terus mengoptimalkan sumber daya dan kapabilitasnya untuk mendukung agenda pembangunan nasional serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

Dari Nagari Kumango, semangat kemerdekaan kembali menemukan maknanya dalam kerja nyata. Ketika pendidikan diperkuat, ekonomi masyarakat didorong, kesehatan diperhatikan, lingkungan dijaga, dan budaya dilestarikan, gotong royong tidak berhenti sebagai slogan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk diwujudkan melalui aksi yang memberi manfaat. Dari nagari, mari bergerak bersama untuk membangun Indonesia yang semakin kuat dan mandiri.