Bebaskan Laut dari Plastik, The Ocean Cleanup Angkut 50 Juta Kg Sampah

Navaswara.com – Persoalan sampah plastik di laut memang nggak pernah ada habisnya buat dibahas. Namun, kabar baik datang dari organisasi non-profit asal Belanda, The Ocean Cleanup. Proyek ambisius ini membuktikan aksi nyata mereka dalam menyelamatkan ekosistem perairan dunia.
Tidak tanggung-tanggung, mereka mengumumkan pencapaian fantastis, berhasil mengangkat lebih dari 50 juta kilogram sampah dari sungai dan lautan. Simak lima fakta menariknya berikut ini.

1. Berawal dari Ide Ambisius Remaja 18 Tahun

Siapa sangka gerakan sebesar ini berawal dari keprihatinan seorang remaja? Boyan Slat mendirikan The Ocean Cleanup pada tahun 2013 saat baru berusia 18 tahun. Ide ini muncul setelah ia melihat lebih banyak sampah plastik daripada ikan saat scuba diving. Alih-alih menganggap arus laut sebagai hambatan, Boyan justru memanfaatkannya untuk mengumpulkan sampah secara alami.

2. Punya Dua Senjata Utama: System 03 dan Interceptor

Strategi The Ocean Cleanup sangat terstruktur. Di lautan lepas, mereka mengoperasikan bentangan jaring raksasa seperti System 03 untuk menyisir kawasan Great Pacific Garbage Patch, pulaunya sampah plastik di Pasifik. Sementara untuk pencegahan, mereka menempatkan kapal bertenaga surya bernama Interceptor di sungai-sungai tercemar agar sampah tak sampai terbawa ke laut lepas.

3. Sungai di Indonesia Juga Ikut Dibenahi

Aksi The Ocean Cleanup nggak cuma berfokus di Samudra Pasifik. Indonesia menjadi salah satu negara yang berkolaborasi langsung dengan mereka. Armada Interceptor telah dikerahkan di area kritis seperti Cengkareng Drain (Jakarta) hingga Sungai Cisadane untuk menahan laju limbah plastik sebelum masuk ke perairan terbuka.

4. Menembus Angka 50 Juta Kilogram Sampah

Angka 50 juta kilogram (setara 50.000 ton) sampah plastik jelas bukan angka main-main! Bobot ini sebanding dengan ratusan ekor paus biru. Peningkatan kapasitas teknologi mereka membuat jumlah sampah yang terkumpul melonjak drastis, hingga berhasil mencapai rekor bersejarah ini.

5. Sampah Didaur Ulang Jadi Produk Bermanfaat

Sampah yang terkumpul tidak dibiarkan menumpuk di TPA. The Ocean Cleanup mengolah kembali plastik hasil tangkapan laut menjadi produk berdaya guna, seperti kacamata hitam edisi khusus. Menariknya, 100% hasil penjualan produk tersebut diputar kembali untuk mendanai operasional pembersihan laut berikutnya.
Aksi nyata The Ocean Cleanup membuktikan bahwa kombinasi teknologi dan kepedulian lingkungan mampu membawa perubahan besar. Semoga pencapaian ini makin menginspirasi kita untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari, ya!