Kisah Cinta dan Rangga Berlanjut dengan “Bahasa Cinta yang Beda”

Navaswara.com — Satu dekade setelah sekuel “Ada Apa dengan Cinta?” (AADC) tayang, kisah Cinta dan Rangga kembali hadir lewat film pendek “Bahasa Cinta yang Beda” dari Royco. Film tersebut dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Sissy Prescillia, serta disutradarai Teddy Soeria Atmadja.

Film pendek tersebut diperkenalkan melalui gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (14/9/2026). Mengangkat tema bahasa cinta dalam hubungan, cerita Cinta dan Rangga kali ini hadir dalam fase kehidupan yang berbeda, ketika rutinitas, kesibukan, dan berbagai distraksi mulai memengaruhi kedekatan pasangan.

Royco mengajak penonton melihat kembali cara menunjukkan perhatian kepada orang terdekat melalui hal-hal sederhana yang dilakukan secara tulus dan konsisten. Salah satunya lewat sepiring “Omelette Cinta” dengan sentuhan rasa gurih dari Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung.

Head of Marketing Foods Unilever Indonesia Nuning Wahyuningsih mengatakan, memasak dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan perhatian kepada orang-orang terdekat.

“Sebagai brand yang selama puluhan tahun mendampingi masyarakat menghadirkan momen-momen penuh makna melalui masakan, Royco percaya bahwa kegiatan memasak adalah salah satu bahasa cinta sederhana yang dapat dilakukan siapa saja,” ujar Nuning.

Menurut Nuning, bahasa cinta tidak selalu perlu disampaikan melalui kata-kata indah maupun gestur besar. Perhatian justru dapat terasa melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Royco ingin menginspirasi bahwa masakan sehari-hari sebetulnya bisa jadi cara menunjukkan perhatian dan kembali membangun koneksi dengan orang-orang terdekat,” katanya.

Pesan tersebut diterjemahkan melalui Omelette yang menjadi simbol bahasa cinta yang sederhana dan personal. Hidangan tersebut menggambarkan kesediaan seseorang meluangkan waktu untuk memasak, memahami selera orang yang disayangi, sekaligus menciptakan waktu bersama saat memasak maupun menikmati hidangan.

Omelette juga dipilih karena dapat dibuat tanpa resep yang rumit. Sentuhan kecil seperti pilihan bahan, tingkat kematangan, hingga cara penyajian dapat membuat hidangan terasa lebih personal. Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung kemudian hadir untuk memberikan rasa gurih yang konsisten dalam setiap sajian.

Cinta dan Rangga dalam Fase Kehidupan yang Berbeda

Kolaborasi dengan AADC membawa Royco kembali pada kisah Cinta dan Rangga yang telah melekat dalam ingatan penonton sejak film pertama. Setelah sekuel terakhir dirilis pada 2016, “Bahasa Cinta yang Beda” menghadirkan keduanya melalui perspektif yang lebih dekat dengan dinamika hubungan setelah bertahun-tahun bersama.

Selama ini, Cinta dan Rangga dikenal dengan puisi sebagai salah satu medium untuk mengungkapkan perasaan. Film terbaru tersebut melihat perubahan cara keduanya berkomunikasi seiring perjalanan hubungan, termasuk melalui perhatian yang hadir lewat makanan.

Dian Sastrowardoyo yang kembali memerankan Cinta mengaku antusias mendapat kesempatan untuk melanjutkan kisah karakter tersebut.

“AADC selalu punya tempat spesial di hati aku, jadi excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga,” ujar Dian.

Menurut Dian, film tersebut tidak lagi menempatkan Cinta dan Rangga pada fase mencari atau menemukan cinta. Keduanya sudah menjalani kehidupan bersama selama bertahun-tahun, lengkap dengan rutinitas, kesibukan, dan jarak yang dapat memengaruhi koneksi dalam hubungan.

“Tanpa banyak spoiler, menurutku ceritanya sangat relatable untuk semua hubungan, dan aku harap film ini bisa mengingatkan kita supaya tidak terpaku pada bagaimana cinta ‘seharusnya’ ditunjukkan. Justru kita harus terus menemukan bahasa cinta yang selama ini ada, tapi sering kali tidak kita sadari,” katanya.

Sementara itu, Teddy Soeria Atmadja melihat tantangan utama film tersebut terletak pada upaya mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah dikenal penonton, sekaligus membawa keduanya ke fase kehidupan yang lebih matang.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang,” ujar Teddy.

Sutradara tersebut mengatakan, film pendek “Bahasa Cinta yang Beda” tidak dibuat untuk mengulang romantisme AADC sebelumnya. Cerita justru mengeksplorasi perubahan cara seseorang mengekspresikan cinta seiring perjalanan sebuah hubungan.

Situasi yang dekat dengan keseharian menjadi bagian penting dalam cerita. Cara tersebut sekaligus membawa nuansa nostalgia bagi penggemar AADC dan menghadirkan gambaran mengenai dinamika hubungan yang lebih relevan dengan kehidupan masa kini.

Salah satu momen yang ditampilkan adalah kehadiran “Omelette Cinta” sebagai bentuk perhatian antara Cinta dan Rangga. Makanan sederhana tersebut menjadi bagian dari cerita untuk menggambarkan bagaimana kasih sayang dapat hadir melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan perhatian.

“Kami harap film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’ dapat menginspirasi semua orang untuk kembali menghangatkan koneksi dengan orang-orang terdekat melalui bahasa cinta yang lebih bermakna. Seperti ‘Omelette Cinta’ dengan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung, sebuah masakan sederhana yang bisa menjadi cara untuk menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan menciptakan kenangan bersama,” tutur Nuning.

Film pendek “Bahasa Cinta yang Beda” mulai dapat disaksikan pada 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia, @RoycoIndonesia. Kolaborasi Royco dan AADC tersebut juga akan berlanjut hingga akhir 2026 melalui sejumlah kejutan bagi para penggemar AADC di Indonesia.