Navaswara.com – Harapan baru terpancar dari wajah ratusan siswa penyandang disabilitas yang bersiap menapaki dunia kerja. Di ruang-ruang pelatihan, mereka tak hanya belajar menyusun curriculum vitae atau menghadapi wawancara kerja, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Semangat itulah yang menjadi ruh Program Mandiri Sahabat Difabel, inisiatif PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk memperluas akses kerja yang lebih inklusif bagi generasi difabel di Indonesia.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut, Bank Mandiri menggandeng Yayasan Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) guna memberikan pelatihan kesiapan kerja kepada sekitar 350 siswa penyandang disabilitas dari tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah DKI Jakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang inklusif.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan, perseroan meyakini setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Melalui program Mandiri Sahabat Difabel, kami ingin membekali para peserta dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Ini merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk menciptakan ekosistem yang semakin inklusif, di mana setiap orang dapat merasa nyaman dan setara dalam meraih kesempatan, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Adhika dalam keterangannya.
Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja modern. Materi pelatihan meliputi pengembangan self awareness, pembentukan pola pikir kerja, peningkatan working attitude, kemampuan bekerja dalam tim, penyusunan curriculum vitae (CV), persiapan memasuki dunia kerja, pemahaman hak dan kewajiban pekerja, hingga simulasi wawancara kerja.
Seluruh materi disampaikan dalam 90 sesi pelatihan yang terbagi ke dalam 15 kelas dan berlangsung selama periode 20 Juli hingga 11 September 2026.
Tidak berhenti pada pelatihan, peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian program akan mengikuti proses seleksi oleh Human Capital Bank Mandiri untuk memperoleh kesempatan menjalani program magang di lingkungan Bank Mandiri. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar tenaga kerja.
Menurut Adhika, kolaborasi dengan Yayasan INDISI menjadi faktor penting agar program mampu menjawab kebutuhan peserta secara tepat.
“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Kami optimistis program ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi secara optimal di dunia kerja,” katanya.
Dari sisi sosial, program ini memperlihatkan semakin kuatnya perhatian dunia usaha terhadap penciptaan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih setara. Di tengah kebutuhan talenta berkualitas, penyandang disabilitas dinilai memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui peningkatan kompetensi, akses pendidikan vokasi, hingga kesempatan memperoleh pengalaman kerja.
Ke depan, Bank Mandiri menegaskan akan terus memperluas berbagai program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui semangat Sinergi Majukan Negeri dan Nyaman Bersama Mandiri. Perseroan juga berkomitmen menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif.
Melalui langkah tersebut, Bank Mandiri tidak hanya memperluas akses kerja bagi generasi difabel, tetapi juga memperkuat pesan bahwa keberagaman merupakan modal penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih tangguh, berkeadilan, dan berdaya saing.

