Navaswara.com – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menghadirkan pameran wastra Nusantara melalui acara “Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara”. Pameran ini berlangsung dari tanggal 5 Juni hingga 29 Juli 2026.
Digelar di Museum Negeri Sonobudoyo, Yogyakarta, “Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara” menghadirkan beragam kain tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Kain-kain tersebut tidak hanya menampilkan keindahan visual, tapi juga menyimpan kisah sejarah, filosofi, serta identitas budaya Indonesia.
Pameran “Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara” merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, museum-museum daerah, serta lembaga kebudayaan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Setiap kain yang dipamerkan membawa cerita yang berbeda. Ada kain yang digunakan dalam upacara adat, ritual keagamaan, hingga penanda status sosial dalam masyarakat.
Tak dibuat sembarangan, motif-motif kain yang ditampilkan melainkan mengandung simbol-simbol yang berkaitan dengan alam, kehidupan, harapan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian berasal dari Nusa Tenggara Barat, yaitu kain Osap, tenun sakral masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Kain ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi, karena berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur serta ritual kematian dalam tradisi masyarakat setempat.
Kehadiran kain Osap dalam pameran menunjukkan bahwa wastra Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai busana, tapi juga menjadi bagian penting dari sistem kepercayaan dan identitas budaya suatu komunitas.
Selain menampilkan koleksi fisik, pameran ini juga memadukan unsur tradisi, seni, dan teknologi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik bagi pengunjung. Pendekatan tersebut memungkinkan generasi muda untuk mengenal wastra Nusantara dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan perkembangan zaman.
