Navaswara.com – Deretan botol plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah kini berubah menjadi poin digital bernilai ekonomi. Melalui program Reverse Vending Machine yang dijalankan bersama Plasticpay, Bank Mandiri menghadirkan pendekatan baru pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional melalui kolaborasi lintas sektor antara industri keuangan, teknologi dan masyarakat.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan program ini tidak hanya menghadirkan fasilitas daur ulang, tetapi juga menciptakan sistem insentif ekonomi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat secara nyata.
“Plastik yang disetorkan masyarakat dikonversi menjadi poin yang bisa dirupiahkan. Sehingga setiap botol yang terkumpul menjadi bagian dari transaksi aktif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung penguatan ekonomi hijau nasional,” ujar Adhika dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).
Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi dan insentif ekonomi terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dalam satu tahun implementasi, satu unit mesin Reverse Vending Machine yang ditempatkan di satu titik lokasi berhasil mengumpulkan 209,53 kilogram sampah plastik atau setara 11.205 botol plastik.
Capaian tersebut turut berkontribusi pada pengurangan jejak karbon sebesar 1.109.295 gram serta membantu menyelamatkan 177 meter persegi lahan dari risiko pencemaran lingkungan.
Tidak hanya berdampak pada lingkungan, program ini juga menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 627.486 poin berhasil didistribusikan kepada pelaku daur ulang sebagai bentuk insentif.
“Dari satu titik kecil, program ini menunjukkan bagaimana dampak lingkungan dapat diakumulasi secara signifikan melalui partisipasi harian masyarakat,” tambah Adhika.
Dalam implementasinya, Bank Mandiri berperan sebagai penyedia ekosistem dan infrastruktur digital, sementara Plasticpay mengoperasikan teknologi pengumpulan dan pengolahan plastik.
Model kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh penguatan sinergi lintas sektor yang adaptif dan berpotensi direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari pengembangan ekonomi hijau nasional.
“Program ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus membuktikan inisiatif keberlanjutan bisa memberikan dampak nyata tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara langsung,” jelasnya.
Program Reverse Vending Machine juga sejalan dengan empat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tujuan nomor 11 tentang kota berkelanjutan, nomor 12 mengenai konsumsi dan produksi bertanggung jawab, nomor 14 terkait perlindungan ekosistem laut, serta nomor 17 tentang kemitraan lintas sektor.
Melalui penguatan layanan berbasis teknologi, Bank Mandiri berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam daur ulang terus meningkat sekaligus mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di tingkat akar rumput.
Ke depan, perseroan akan terus memperluas implementasi program tersebut sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam membangun sistem ekonomi nasional yang tangguh, terintegrasi dan berdaya saing.
“Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen kami dalam membangun sistem ekonomi nasional yang terintegrasi, tangguh, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Adhika.
Ikuti berita ekonomi hijau, transformasi digital dan gerakan keberlanjutan Indonesia hanya di Navaswara.com
