Gubernur Andra Soni Ajak Generasi Muda Hidupkan Cerita Rakyat Lewat Festival Suara Nusantara 2026

Navaswara.com — Pagi itu, narasi tentang tanah Banten kembali terasa hangat. Di tengah ingatan akan cerita lama yang perlahan memudar, ajakan untuk kembali bercerita muncul dengan nada yang sederhana namun menggetarkan. Dari kisah para tokoh hingga kearifan masyarakat adat, tersirat kekhawatiran sekaligus harapan agar generasi muda tak kehilangan akar budayanya.

Gubernur Banten Andra Soni mengajak pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk menghidupkan kembali cerita rakyat melalui Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 yang akan digelar pada 16–17 Mei 2026. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam pernyataannya, Gubernur Banten menegaskan bahwa Banten memiliki kekayaan cerita yang menjadi fondasi jati diri masyarakat. Kisah-kisah tentang keteladanan Maulana Hasanuddin, keteguhan Sultan Ageng Tirtayasa, keberanian Nyimas Gandasari, hingga kearifan masyarakat Baduy dan asal-usul orang Kanekes bukan sekadar legenda, melainkan nilai hidup yang relevan hingga saat ini.

Ia menilai, perubahan zaman membuat pola penyampaian cerita rakyat mengalami pergeseran. Jika dahulu kisah-kisah tersebut hidup melalui pengajian dan tradisi lisan di lingkungan keluarga, kini generasi muda cenderung lebih dekat dengan cerita dari luar negeri yang hadir melalui platform digital.

“Bukan karena tidak peduli, tetapi karena cerita kita belum hadir dengan cara yang dekat dengan dunia mereka,” ujar Gubernur Banten Andra Soni.

Melalui Festival Suara Nusantara 2026, Pemerintah Provinsi Banten berupaya menghadirkan kembali cerita rakyat dalam format yang lebih relevan dan menarik. Festival ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi, di mana generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan mengembangkan kembali narasi budaya lokal.

Lebih dari sekadar kegiatan budaya, festival ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Penguatan literasi budaya dinilai dapat membuka peluang bagi tumbuhnya industri kreatif berbasis kearifan lokal, mulai dari storytelling, konten digital, hingga produk kreatif yang mengangkat identitas daerah.

Andra Soni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya tersebut. “Mari bertemu, bercerita, dan merawat warisan budaya,” ujarnya.

Festival Suara Nusantara 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam menghubungkan kembali generasi muda dengan akar budayanya, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan melalui narasi lokal yang hidup dan relevan di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *