Sering Dikonsumsi Anak, Ini Risiko Makanan Ultra-Processed bagi Kesehatan

Navaswara.com – Makanan ultra-processed food (UPF) semakin sering dikonsumsi anak-anak karena praktis dan memiliki rasa yang menarik. Namun, konsumsi berlebihan makanan ini berisiko bagi kesehatan.

“UPF merupakan makanan yang telah melalui proses pengolahan intensif hingga bentuk aslinya tidak lagi terlihat,” ungkap Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani.

Menurutnya, makanan jenis ini umumnya mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi, serta tambahan zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Contoh UPF antara lain minuman berpemanis, camilan kemasan, serta makanan olahan seperti nugget dan sosis.

“UPF cenderung tinggi kalori tetapi rendah kandungan gizi penting seperti serat, vitamin, dan mineral,” kata Karina.

Jika dikonsumsi berlebihan, sambungnya, kondisi ini dapat membuat anak kelebihan kalori namun kekurangan zat gizi.

Dalam jangka pendek, konsumsi makanan tinggi gula dapat memicu karies gigi dan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Sementara dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga hipertensi yang berujung pada penyakit seperti jantung dan stroke.

Meski begitu, Karina menyebut UPF tidak harus sepenuhnya dihindari, tetapi perlu dibatasi.

Ia menyarankan orang tua membiasakan anak mengonsumsi makanan utuh seperti sayur, buah, dan makanan rumahan, serta tidak menjadikan UPF sebagai konsumsi harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *