Navaswara.com – Pameran seni rupa bertajuk “Living Eden” yang berlangsung di Neo Gallery Jakarta menjadi sebuah ruang yang mengangkat relasi antara manusia, alam, dan kesadaran akan keberlanjutan. Pameran yang berlangsung sejak 4-25 April 2026 ini juga mengajak pengunjung untuk merenungkan hubungan yang semakin rapuh antara manusia dan lingkungan, terutama di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan sering kali mengabaikan keseimbangan alam.
Dalam pameran ini, sejumlah seniman Indonesia turut ambil bagian dengan pendekatan visual yang beragam. Beberapa di antaranya adalah Akbar Linggaprana, Iryanto Hadi, Ni Nyoman Sani. Tak ketinggalan, Mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga turut memamerkan karya-karyanya di ajang ini.
Kehadiran para seniman ini memperlihatkan bagaimana alam tidak hanya menjadi objek visual, tapi juga sumber inspirasi yang sangat dalam. Setiap karya membawa narasi personal sekaligus universal tentang kehidupan, keseimbangan, dan keberlanjutan.
Salah satu yang ditampilkan adalah lukisan berjudul “Senja Temaram” karya SBY. Karya ini menghadirkan lanskap alam dengan suasana senja nan lembut dan hening. Nuansa warna yang redup serta pencahayaan yang perlahan memudar menggambarkan momen peralihan antara siang dan malam. Dalam konteks pameran Living Eden, lukisan ini tidak hanya menampilkan keindahan alam, tapi juga menyiratkan makna tentang perubahan dan ketidakpastian dalam hubungan manusia dengan lingkungan.
Secara emosional, warna jingga dalam karya ini juga membawa nuansa hangat sekaligus melankolis. Kehangatannya mencerminkan keindahan dan ketenangan alam, sementara sisi redupnya memberi kesan haru dan sepi. Perpaduan dan gradasi warna yang ditampilkan menciptakan suasana yang menyentuh perasaan, seolah mengingatkan bahwa di dunia ini keindahan tidak selalu abadi.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman seolah mengajak para pecinta seni untuk kembali membangun hubungan yang lebih harmonis dengan lingkungan. Di tengah berbagai isu global seperti perubahan iklim dan kerusakan alam, pameran ini hadir sebagai suara lembut namun kuat yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari semua lapisan masyarakat.

