MUI: Dukungan AS ke Israel Dipengaruhi Sejarah hingga Kekuatan Lobi

Navaswara.com – Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI Dr Yanuardi Syukur menilai dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Israel dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sejarah hingga kekuatan lobi politik di dalam negeri.

Menurutnya, hubungan kedua negara tidak bisa dilihat secara sederhana karena terbentuk dari proses panjang yang melibatkan kepentingan strategis dan dinamika domestik Amerika.

“Dukungan AS terhadap Israel merupakan hasil kombinasi faktor sejarah, kepentingan strategis, kekuatan lobi, serta faktor ideologis,” kata Yanuardi dilansir dari MUI Digital, Senin (23/3).

Ia menjelaskan, dari sisi sejarah, Amerika Serikat telah menunjukkan dukungan sejak awal berdirinya Israel pada 1948. Saat itu, Presiden AS Harry Truman mengakui kemerdekaan Israel tidak lama setelah diproklamasikan.

Keputusan tersebut, kata Yanuardi, juga dipengaruhi faktor politik domestik di Amerika. Sejak saat itu, dukungan terhadap Israel kerap berkaitan dengan kepentingan dalam negeri.

Selain itu, hubungan kedua negara semakin kuat pada masa Perang Dingin. Israel dinilai menjadi sekutu strategis Amerika dalam menghadapi pengaruh Uni Soviet di Timur Tengah.

“Dalam konteks itu, Israel dipandang sebagai mitra penting bagi kepentingan geopolitik Amerika,” ujarnya.

Yanuardi menambahkan, faktor lain yang turut memengaruhi adalah kekuatan lobi pro-Israel di Amerika Serikat. Organisasi seperti American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) disebut memiliki peran dalam memengaruhi kebijakan luar negeri AS.

Ia menyebut, dalam sistem politik Amerika, dukungan terhadap Israel kerap menjadi salah satu faktor penting dalam kontestasi politik, terutama di Kongres.

Di sisi lain, Yanuardi menyoroti besarnya bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel setiap tahun. Menurut dia, hal itu menunjukkan komitmen kuat Washington terhadap keamanan Israel.

Namun, ia menilai pola dukungan tersebut juga berpotensi mengurangi tekanan terhadap Israel dalam merespons kritik internasional, khususnya terkait isu Palestina.

Selain bantuan militer, Amerika Serikat juga kerap memberikan perlindungan diplomatik kepada Israel di forum internasional, termasuk dengan menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB.

“Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap Israel telah menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri Amerika,” terangnya.

Yanuardi juga menilai dukungan terhadap Israel diperkuat oleh faktor ideologis, termasuk pengaruh kelompok evangelis di Amerika yang memiliki basis politik kuat.

Di sisi lain, ia melihat mulai adanya pergeseran opini publik di Amerika Serikat terhadap Israel, terutama di kalangan generasi muda.

Meski demikian, sambungnya, perubahan sikap publik tersebut belum sepenuhnya memengaruhi kebijakan pemerintah AS.

“Selama faktor-faktor utama tersebut masih kuat, dukungan Amerika terhadap Israel kemungkinan akan tetap berlanjut,” pungkas Yanuardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *