Menjelajah Dunia Penuh Empati di Gallery Children’s Biennale

Navaswara.com – Pameran Gallery Children’s Biennale 2026 yang diselenggarakan di National Gallery Singapore menghadirkan sebuah pengalaman seni yang dirancang khusus untuk anak-anak aktivitas keluarga. Dengan pendekatan yang inklusif, imajinatif, dan penuh empati, edisi kali ini mengusung tema “Tomorrow We’ll Be…”.

Tema ini menjadi sebuah ajakan bagi anak-anak untuk membayangkan masa depan yang cerah melalui nilai-nilai kehidupan, seperti kebahagiaan, kebaikan, mimpi, dan cinta. Pameran yang berlangsung dari 31 Mei 2025 hingga 29 Maret 2026 ini menampilkan delapan karya interaktif yang dapat dinikmati secara multisensori. Beberapa di antaranya bahkan dirancang ramah bagi bayi.

Berbeda dari pameran biennale pada umumnya yang cenderung serius dan ditujukan bagi kalangan tertentu, Gallery Children’s Biennale justru menempatkan anak-anak sebagai titik penting. Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya untuk dilihat, tapi juga disentuh, dimainkan, dan dirasakan secara langsung. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan empati serta kecerdasan emosional sejak dini, sekaligus mengajak anak-anak memahami perspektif orang lain melalui pengalaman artistik yang menyenangkan.

Sejumlah seniman lokal dan internasional yang terlibat dalam penyelenggaraan ini menghadirkan beragam karya yang sarat makna. Salah satunya adalah seniman asal Jepang, Hiromi Tango yang menghadirkan instalasi berjudul “Kindness Garden”. Karya ini menampilkan sebuah taman imajinatif dengan bunga-bunga raksasa yang dapat disentuh dan dijelajahi melalui panca indera. Mulai dari penglihatan, sentuhan, hingga penciuman dengan aroma lavender yang menenangkan. Di bagian tertentu, terdapat tulisan dalam huruf braille pada kelopak bunga, sehingga anak-anak juga diajak merasakan bagaimana pengalaman membaca bagi penyandang tunanetra.

Makna dari “Kindness Garden” terletak pada upaya menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengajak anak-anak masuk ke dalam pengalaman orang lain, karya ini tidak hanya menjadi ruang bermain, tapi juga ruang pembelajaran emosional. Anak-anak diajak memahami bahwa kebaikan adalah sebuah tindakan nyata yang dapat dirasakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ada pula seniman YeSeung Lee yang menghadirkan karya “Imaginary Peach Garden”, yakni sebuah instalasi interaktif yang memadukan seni tradisional dan teknologi digital. Melalui permainan puzzle dan augmented reality, anak-anak dapat menciptakan makhluk imajinatif mereka sendiri. Karya ini mengandung pesan bahwa tidak ada bentuk yang benar atau salah dalam berekspresi, sehingga setiap individu didorong untuk merayakan keunikan dan keberagaman.

Melalui pendekatan yang inklusif dan interaktif, Gallery Children’s Biennale 2026 menjadi bukti bahwa seni memiliki kekuatan untuk menjembatani generasi, membuka ruang dialog, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini. Pameran ini juga menawarkan sebuah dunia di mana imajinasi, empati, dan harapan bertemu untuk membentuk visi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *