Navaswara.com – Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai lebih dari 20 kilometer kini menyusut menjadi sekitar 8 kilometer.
Kepadatan sempat terjadi pada Minggu (15/3), saat lonjakan kendaraan menuju pelabuhan meningkat signifikan.
“Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer,” ujar Dudy saat meninjau langsung kondisi di Gilimanuk, Selasa (17/3).
Ia mengatakan, kondisi ini menjadi pembelajaran agar kemacetan serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pemerintah, kata Dudy, telah melakukan berbagai langkah penanganan bersama Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengoperasikan kapal berkapasitas besar, menambah jumlah kapal menjadi 35 unit, serta mengoptimalkan buffer zone.
Selain itu, diterapkan juga sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) pada 25 kapal untuk mempercepat proses penyeberangan.
“Harapannya kepadatan bisa segera terurai sebelum Hari Raya Nyepi,” kata Dudy.
Ia juga mengingatkan pengusaha logistik untuk mematuhi pembatasan operasional angkutan barang, khususnya kendaraan sumbu tiga ke atas sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, masih banyak truk besar yang beroperasi selama periode mudik, sehingga memperparah antrean di sekitar pelabuhan.
Jika kepadatan masih terjadi menjelang Nyepi, pemerintah akan memprioritaskan kendaraan kecil dan bus untuk menyeberang.
Sementara kendaraan besar akan dialihkan ke buffer zone.
“Untuk sopir kendaraan besar, akan kami berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu Nyepi selesai,” ujarnya.
Dudy memastikan para sopir tidak akan dikenakan biaya transportasi maupun akomodasi selama proses tersebut.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi di Pelabuhan Ketapang agar arus kendaraan tetap lancar.
Salah satunya dengan memanfaatkan ruas tol fungsional dari Besuki serta penyediaan buffer zone sebagai titik istirahat dan pengendalian kendaraan.
