Navaswara.com – Menyapih merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Pada tahap ini, anak mulai beralih dari konsumsi Air Susu Ibu (ASI) menuju makanan dan minuman lain sebagai sumber nutrisi.
Namun, tidak sedikit orang tua yang memilih menyapih anak sebelum usia dua tahun. Lalu, apakah hal tersebut aman dilakukan?
Apa Itu Menyapih?
Dilansir dari Halodoc Menyapih adalah proses menghentikan pemberian ASI secara bertahap. Biasanya proses ini dimulai ketika anak sudah mampu mengonsumsi makanan padat dan minuman lain.
Tujuannya adalah membantu anak beradaptasi agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ASI sebagai sumber nutrisi utama.
Pada dasarnya, menyapih anak sebelum usia dua tahun bisa dilakukan selama prosesnya berlangsung secara bertahap dan anak tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Namun, proses ini membutuhkan kesiapan baik dari ibu maupun anak. Masa penyesuaian biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu hingga anak mulai terbiasa.
Dampak Menyapih Anak Sebelum Usia 2 Tahun
Selama masa transisi, anak bisa mengalami beberapa perubahan. Dampak ini umumnya bersifat sementara, yaitu:
Anak Menjadi Lebih Rewel
Menyusu tidak hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi anak. Ketika kebiasaan ini dihentikan, anak bisa menjadi lebih rewel atau mudah menangis.
Gangguan Tidur
Sebagian anak terbiasa menyusu sebelum tidur atau saat terbangun di malam hari. Saat kebiasaan ini dihentikan, anak mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan pola tidurnya.
Penurunan Daya Tahan Tubuh Sementara
ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi anak dari berbagai infeksi. Setelah menyapih, perlindungan tersebut berkurang sehingga anak mungkin lebih mudah mengalami sakit ringan.
Perubahan Nafsu Makan
Beberapa anak mengalami perubahan nafsu makan setelah disapih. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyediakan makanan bergizi seimbang sebagai pengganti ASI.
Agar proses menyapih berjalan lebih lancar, orang tua dapat mencoba beberapa langkah berikut:
Lakukan secara bertahap
Kurangi frekuensi menyusui sedikit demi sedikit agar anak memiliki waktu untuk beradaptasi.
Berikan perhatian lebih
Pelukan, bermain bersama, atau membacakan buku dapat membantu menggantikan kenyamanan yang sebelumnya didapat saat menyusu.
Perkenalkan makanan baru
Berikan variasi makanan padat yang sehat dan menarik agar anak lebih mudah beralih dari ASI.
Kapan Waktu Terbaik Menyapih?
Organisasi kesehatan dunia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping hingga usia dua tahun atau lebih.
Namun pada praktiknya, waktu menyapih bisa berbeda pada setiap keluarga. Keputusan ini biasanya dipengaruhi oleh kesiapan ibu dan anak.
…
Menyapih anak sebelum usia dua tahun bukanlah hal yang berbahaya jika dilakukan secara bertahap dan anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
Yang terpenting, orang tua perlu memastikan anak tetap merasa aman, nyaman, dan mendapatkan perhatian selama masa transisi ini.
