Navaswara.com – Talkshow buku Seni Merayu Tuhan karya Habib Husein Ja’far menjadi salah satu agenda dalam gelaran Raya Local Market Vol.1 2026 di SMESCO Exhibition Hall, Rabu (26/2). Di tengah semarak tenant UMKM dan geliat ekonomi kreatif, diskusi tersebut menghadirkan refleksi tentang makna ibadah di bulan Ramadan 1447 H.
Dalam forum bertajuk Merayu Tuhan dengan Cinta itu, Habib Ja’far mengajak peserta memaknai ulang hubungan manusia dengan Tuhan. Menurutnya, ibadah tidak semata dijalankan karena rasa takut, melainkan juga karena kerinduan.
“Jangan kembali kepada Allah karena ketakutan, tapi kembalilah karena kerinduan,” ujar Habib Ja’far di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, konsep “merayu” yang diangkat dalam bukunya bukan dimaknai secara dangkal. Ibadah, kata dia, merupakan ekspresi cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Ketika dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan, ibadah menjadi sesuatu yang indah.
Habib Ja’far menegaskan, pendekatan kepada Tuhan tidak terbatas pada ritual formal seperti salat dan puasa. Aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja dengan jujur hingga meniatkan tidur sebagai bentuk menjaga diri, juga dapat bernilai ibadah.
Ia mencontohkan kisah Ashabul Kahfi sebagai simbol keteguhan iman. “Tidur pun bisa menjadi ibadah jika diniatkan untuk menjaga diri dan memulihkan tenaga agar lebih kuat berbuat baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa buku Seni Merayu Tuhan tengah diupayakan untuk diadaptasi ke layar lebar guna menjangkau audiens yang lebih luas.
Melalui diskusi tersebut, Habib Ja’far berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas hubungan spiritual dengan Tuhan.

